NARASITODAY.COM, RIO DE JANEIRO – Persiapan konser akbar Shakira bertajuk Todo Mundo no Rio di Pantai Copacabana, Brazil, berubah menjadi suasana kelam. Sebuah kecelakaan kerja fatal merenggut nyawa seorang teknisi profesional yang tengah merakit kemegahan panggung di tepi pantai ikonik tersebut pada Minggu (26/04/2026).
Tragedi ini terjadi tepat enam hari sebelum sang diva dijadwalkan mengguncang Rio de Janeiro pada 2 Mei mendatang. Harapan akan pesta musik gratis di ruang terbuka itu kini berselimut awan duka bagi para kru di balik layar.
Detik-Detik Mencekam di Lokasi Kejadian
Kecelakaan terjadi saat aktivitas perakitan struktur panggung sedang berlangsung intensif. Menurut laporan petugas pemadam kebakaran kepada People, korban terjepit di bagian sistem mekanis alat berat.
“Pekerja laki-laki tersebut menderita cedera remuk pada anggota tubuh bagian bawahnya di sistem pengangkat,” ungkap petugas tersebut. Ia menambahkan bahwa korban sempat berusaha diselamatkan oleh rekan-rekannya, “Dia dikeluarkan dari peralatan oleh karyawan lain yang hadir… sebelum kedatangan tim darurat.”
Seorang saksi mata di lokasi, Antonio Marcos Ferreira dos Santos, menggambarkan betapa mengerikannya momen saat struktur baja itu jatuh. Ia menyebut korban “terjebak di bawah” struktur yang tiba-tiba roboh “ke tanah”.
Suasana di sekitar Pantai Copacabana yang biasanya ceria seketika berubah riuh oleh kepanikan. Kepada France24, pengunjung pantai bercerita bahwa mereka “tiba-tiba melihat orang-orang berlari” saat kerumunan kru berusaha memberikan pertolongan pertama untuk menarik pria tersebut dari jepitan besi.
Penyelenggara Berikan Dukungan Penuh
Meski tim medis telah berupaya maksimal dan segera melarikan korban ke rumah sakit terdekat, nyawanya tidak dapat diselamatkan. Melalui pernyataan resmi di Instagram, penyelenggara Todo Mundo no Rio menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya tenaga profesional tersebut.
“Petugas pertolongan pertama memberikan perawatan awal di tempat kejadian, dan Dinas Pemadam Kebakaran segera dipanggil untuk mengangkut pasien. Sayangnya, profesional tersebut meninggal dunia di rumah sakit,” tulis pihak penyelenggara.
Pihak promotor juga menegaskan komitmen mereka untuk mendampingi keluarga yang ditinggalkan. “Saat ini, kami memberikan semua dukungan, penghiburan, dan solidaritas kepada perusahaan yang bertanggung jawab, timnya, dan keluarga korban.”
Konser Besar di Tengah Ketidakpastian
Konser ini awalnya dirancang sebagai perayaan besar, mengingat Shakira baru saja mengumumkan kegembiraannya melalui media sosial pada Sabtu (25/04/2026) terkait penampilannya di Brazil. Namun, dengan adanya insiden ini, pihak Page Six melaporkan telah menghubungi perwakilan Shakira untuk mendapatkan tanggapan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai apakah jadwal konser luar ruangan di Pantai Copacabana akan mengalami perubahan akibat investigasi kecelakaan ini. Yang tersisa saat ini adalah panggung setengah jadi yang menjadi pengingat bisu atas dedikasi seorang pekerja yang gugur demi terwujudnya sebuah pertunjukan megah.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














