Presiden Dorong Pengembangan Olahraga Disabilitas, Sertifikasi Pelatih hingga Akademi Atlet Muda Jadi Prioritas

0
olahraga disabilitas
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.Foto : finnews.id

NARASITODAY.COM,BOGOR – Masa depan olahraga disabilitas di Indonesia kini memasuki babak baru yang lebih humanis dan berkeadilan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk merombak ekosistem olahraga nasional agar lebih ramah bagi para atlet penyandang disabilitas.

Komitmen besar ini mengemuka setelah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir melaporkan sejumlah program prioritas Kemenpora dalam rapat terbatas yang digelar di Hambalang, Jumat (19/6/2025). Di tengah sejuknya udara Hambalang, sebuah langkah besar untuk kesetaraan hak para atlet disabilitas mulai dirancang.

Menurut Erick, Presiden Prabowo menilai bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berprestasi. Atlet penyandang disabilitas berhak mendapatkan panggung, pembinaan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang setara dengan atlet non-disabilitas.

Baca Juga :  5 Teknik Penting untuk Mengurangi Risiko Cedera Saat Bermain Padel

“Yang pasti Bapak Presiden sangat peduli dengan olahraga disabilitas. Salah satu program yang memang kita terus dorong adalah bagaimana masyarakat disabilitas di Indonesia benar-benar diperhatikan,” ujar Erick usai pertemuan tersebut.

Jaminan Masa Depan dan Rencana Kunjungan ke NPC

Salah satu sentuhan konkret yang disiapkan pemerintah bukan hanya berfokus pada saat atlet bertanding, melainkan juga jaminan masa depan mereka ketika gantung sepatu. Kemenpora telah merancang program sertifikasi kepelatihan khusus bagi penyandang disabilitas agar mereka bisa meretas karier sebagai pelatih profesional.

Tak sekadar di balik meja, kepedulian Presiden juga akan ditunjukkan lewat tindakan nyata. Dalam waktu dekat, Presiden Prabowo berencana mengunjungi National Paralympic Committee (NPC) di Karanganyar yang hingga saat ini belum diresmikan secara komersial, sebagai wujud dukungan moril langsung dari kepala negara.

Baca Juga :  Kopdes Merah Putih, Motor Presiden untuk Gerakkan Ekonomi Desa

“Karena ini menjadi bagian penting bahwa kita harus memberikan semua warga Indonesia kesempatan yang sama,” kata Erick menekankan.

Erick menambahkan bahwa perhatian khusus dari Presiden ini akan menjadi fondasi kokoh untuk melahirkan ekosistem olahraga nasional yang inklusif, sekaligus memastikan tidak ada lagi kesenjangan pembinaan antar-atlet.

Anggaran Multiyears dan Mimpi Akademi Usia Dini

Selain fokus pada disabilitas, pertemuan di Hambalang juga menelurkan angin segar bagi keberlanjutan prestasi olahraga jangka panjang Indonesia. Erick melaporkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan lampu hijau terkait permohonan anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas) dengan skema multiyears (tahun jamak).

Kepastian anggaran jangka panjang ini dinilai krusial agar para atlet bisa melakukan persiapan matang tanpa terputus demi menghadapi berbagai ajang olimpiade nasional hingga internasional.

Baca Juga :  Culture Shock? Anak Oki Taklukkan Lewat Interaksi di Lapangan Olahraga

Napas panjang prestasi olahraga ini pun akan diperkuat dengan rencana pembangunan akademi olahraga nasional. Akademi ini akan menjaring bakat-bakat muda sejak dini, mulai dari bangku Sekolah Dasar (SD), SMP, hingga SMA.

“Siapa yang akan menjadi atlet ke depan, dari usia 8 sampai 10 tahun sudah mulai dibina,” urai Erick.

Menutup laporannya, Erick juga menyentuh aspek kesejahteraan para pahlawan olahraga yang selama ini kerap menjadi persoalan klasik. Kemenpora saat ini tengah mematangkan skema dana pensiun bagi para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa.

“Itu tadi saya laporkan bahwa Kemenpora masih terus matangkan,” utas Erick optimis.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id