Dua Kali Melawan, Francis Ngannou Hadapi Hasil Menyedihkan dalam Pertarungan UFC

0
Ilustrasi Francis Ngannou

NARASITODAY.COM Francis Ngannou, mantan juara kelas berat UFC, mengalami dua kekalahan beruntun yang menyedihkan setelah mencoba peruntungannya di dunia tinju. Setelah meninggalkan UFC, Ngannou melangkah ke ring tinju untuk menghadapi Tyson Fury pada 28 Oktober 2023.

Dalam pertarungan yang sangat dinanti-nantikan tersebut, Ngannou menunjukkan kemampuan bertarungnya yang mengesankan dan mampu bersaing dengan Fury, tetapi akhirnya kalah dengan keputusan split yang mengejutkan banyak penggemar.

Tak lama setelah itu, pada 8 Maret 2024, Ngannou kembali bertarung melawan Anthony Joshua, mantan juara dunia tinju, namun kali ini ia terpaksa terkapar di ronde kedua setelah menerima serangan keras dari Joshua. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Ngannou yang sebelumnya dikenal sebagai petarung tangguh di octagon.

Baca Juga :  Momen Cameron Smotherman Kolaps Usai Timbang Badan Jelang UFC 324, Penyebab Masih Diselidiki

Meskipun hasil pertarungan tersebut mengecewakan, Ngannou tetap optimis dan berencana untuk melanjutkan kariernya. Dalam wawancaranya setelah pertarungan melawan Joshua.

“Saya kehilangan anak saya. Selama beberapa waktu, saya merasa tidak perlu melakukan ini atau mempertanyakan apakah saya harus melakukannya. Namun, saya ingin melakukan sesuatu yang baik untuk mengenangnya,” ungkap Ngannou dengan suara penuh emosi.

Baca Juga :  Indonesia Kirim 10 Pendaki Terbaik, Siap Taklukkan Krakow di IFSC World Cup 2025!

“Saya tahu bahwa setiap petarung mengalami masa sulit dalam karier mereka,” lanjut Ngannou. “Kekalahan adalah bagian dari olahraga ini, tetapi itu tidak akan mendefinisikan siapa saya. Saya telah bekerja keras untuk mencapai posisi ini dan saya percaya bahwa saya masih memiliki banyak hal untuk ditunjukkan kepada dunia.” 

Ngannou kini dijadwalkan untuk kembali ke arena MMA di bawah bendera Professional Fighters League (PFL) pada 19 Oktober mendatang, di mana ia akan menghadapi Renan Ferreira. Dengan pengalaman yang didapat dari dua pertarungan tinju tersebut, Ngannou berharap dapat menunjukkan kemampuannya kembali di octagon dan meraih kesuksesan yang lebih baik.

Baca Juga :  Perang Ucapan Memanas, Ilia Topuria dan Tim Dagestan Saling Sindir Jelang Super Fight 2025

“Saya tidak akan menyerah. Setiap kekalahan adalah pelajaran dan saya siap untuk bangkit,” tegasnya dengan semangat juang yang tinggi.

“Saya ingin membuktikan kepada semua orang bahwa saya masih merupakan salah satu petarung terbaik di dunia.”***