Tujuh Hari Wafatnya Sekjen PWI, Doa Mengalir untuk Zulmansyah Sekedang

0
Sejumlah pengurus dan anggota PWI mengikuti kegiatan takziah dan doa bersama memperingati tujuh hari wafatnya Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang, di Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

NARASITODAY.COM, JAKARTA- Suasana haru menyelimuti Kantor PWI Pusat di Gedung Dewan Pers, Jakarta, saat jajaran pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar takziah serta doa bersama untuk mengenang tujuh hari wafatnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini diikuti pengurus PWI dari tingkat pusat hingga daerah di seluruh Indonesia. Doa dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan duka atas kepergian sosok yang dikenal memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi.

Baca Juga :  Gaza Dijanjikan Pulau Baru Dalam Waktu Tiga Tahun, Ali Shaath Tawarkan Solusi Revolusioner

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, dalam sambutannya menuturkan bahwa almarhum merupakan figur yang mengabdikan diri sepenuhnya untuk kemajuan PWI. Ia bahkan menyaksikan langsung besarnya penghormatan masyarakat saat prosesi pemakaman di Pekanbaru, Riau.

“Saat kami mengantarkan jenazah ke Pekanbaru, sambutan dari pemerintah daerah hingga masyarakat sekitar begitu hangat. Itu menjadi bukti bagaimana almarhum dihargai semasa hidupnya,” ujar Munir.

Menurutnya, penghormatan tersebut tidak lepas dari kontribusi Zulmansyah dalam membangun organisasi serta kiprahnya di dunia jurnalistik, termasuk dalam momentum penting ketika PWI kembali bersatu.

Baca Juga :  Mantan Pemain Sirkus OCI Laporkan Kekerasan dan Eksploitasi ke Kemenkumham, Harap Keadilan

“Beliau sosok yang total. Banyak peran besar yang telah diberikan untuk PWI dan masyarakat,” ujarnya

Kesaksian emosional juga disampaikan Musrifah, yang mendampingi almarhum di saat-saat terakhir. Ia mengenang Zulmansyah sebagai pribadi yang tulus dan penuh kebaikan.

“Saya berada di samping beliau saat serangan jantung itu terjadi. Dari semua yang saya kenal, beliau adalah salah satu orang terbaik,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Baca Juga :  Libur Imlek 2026, Ganjil-Genap Jakarta Sementara Ditiadakan

Melalui kegiatan ini, PWI Pusat mengajak seluruh anggotanya untuk terus mendoakan almarhum agar segala pengabdiannya menjadi amal jariyah. Sosok Zulmansyah disebut akan selalu dikenang sebagai figur pekerja senyap yang meninggalkan jejak kuat dalam perjalanan organisasi.

Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi PWI, tetapi juga bagi dunia jurnalistik Indonesia yang pernah merasakan dedikasi dan komitmennya.

Wartawan : Andreas