Rumah Warga di Ciherang Terancam Ambruk, Pemkab Bogor Siapkan Penanganan di Bantaran Ciapus

0
Petugas bersama aparatur desa meninjau kondisi rumah warga di Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, yang mengalami kerusakan parah akibat luapan Sungai Ciapus. Bangunan tersebut nyaris roboh setelah bagian tanah penyangga terkikis arus banjir. Foto : Ist

NARASITODAY.COM, BOGOR — Dampak luapan Sungai Ciapus kembali dirasakan warga. Satu unit rumah di Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, dilaporkan mengalami kerusakan parah dan nyaris roboh setelah diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan hulu, menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap ke permukiman warga.

Arus yang deras menggerus bagian tanah penyangga di sekitar rumah hingga kondisi bangunan menjadi tidak stabil.

Baca Juga :  KIM Plus Kecamatan Megamendung dan Ciawi Konsolidasi untuk Pemenangan Rudy-Jaro

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Irigasi bergerak cepat dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi terdampak. Hasil peninjauan tersebut menjadi dasar untuk langkah penanganan lanjutan.

Staf Desa Ciherang, Nanang, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mempercepat penanganan di titik rawan tersebut.

Baca Juga :  Kejadian Tragis di Ciomas: Remaja Ditemukan Tewas, Polisi Selidiki Kasus Pembunuhan

“Kami dari Pemerintah Desa Ciherang mengucapkan terima kasih atas respons cepat Pemkab Bogor. Saat ini kami bersama tim terkait sedang berada di lokasi untuk memastikan langkah penanganan segera dilakukan,” ujar Nanang, Sabtu (26/4/2026).

Ia menjelaskan, kejadian tersebut murni dipicu oleh meluapnya Sungai Ciapus akibat curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang terjadi cukup mengkhawatirkan bagi keselamatan penghuni rumah.

Baca Juga :  Misteri Kematian Pria di Pohon Jamblang Cibinong, Keluarga Sebut Korban Sakit

Sebagai upaya pencegahan agar kerusakan tidak semakin meluas, pemerintah berencana membangun bronjong atau Tembok Penahan Tanah (TPT) di sepanjang bantaran sungai.

Pembangunan ini ditargetkan mulai direalisasikan dalam waktu dekat setelah proses persiapan rampung.

“Peninjauan hari ini sekaligus menjadi tahap awal untuk pelaksanaan pembangunan bronjong di lokasi terdampak,” pungkasnya.