
NARASITODAY.COM – Hasil quick count untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2024 menunjukkan bahwa pasangan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan unggul jauh dengan perolehan suara sebesar 60,82%.
Data ini diperoleh dari lembaga survei Indikator Politik Indonesia pada Rabu, 27 November 2024, yang mencatat hasil hitung cepat berdasarkan suara yang masuk dari berbagai tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh provinsi. Sementara itu,
Pasangan Cagub dan Cawagub nomor urut 02 Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja: 9,22 persen.
Pasangan Cagub dan Cawagub nomor urut 03 Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie: 19,82 persen.
Pasangan Cagub dan Cawagub nomor urut 04 Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan: 60,82 persen.
Sebagai informasi, hasil quick count Indikator menggunakan populasi 300 tempat pemungutan suara (TPS).
Sampel dipilih dengan metode Stratified-Cluster Random Sampling. Margin of Error quick count Indikator yakni +/- 1 sampai 2% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Sebelumnya, Pilkada 2024 digelar serentak di sejumlah daerah Indonesia, Rabu 27 November 2024. Untuk mengikuti hasil quick count Pilkada 2024, dapat diklik di laman ini mulai pukul 15.00 WIB.
Hal yang paling penting adalah bagaimana proses dari hasil perhitungan suara di hari pencoblosan nanti. Akan hadir metode Quick Count untuk memberikan gambaran sementara hasil dari proses perhitungan suara.
Penting untuk diingat bahwa hasil quick count bukanlah hasil resmi pemilu, tetapi dapat memberikan gambaran awal kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk menilai dinamika politik pascapemilu.
Dengan Quick Count ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai hasil perhitungan suara sementara dengan cepat.
Komisi Pemilihan Umum atau KPU Jakarta menyiapkan Command Center di Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Serentak 2024.
Komisioner KPU Jakarta Divisi Data dan Informasi Fahmi Zikrillah mengatakan, Command Center disiapkan untuk memantau proses pemungutan dan penghitungan suara di 14.835 TPS se-DKI Jakarta.
“Kami menyiapkan Command Center untuk memantau proses pemungutan suara dan penghitungan suara di 14.835 TPS se-DKI Jakarta,” ujar Fahmi kepada awak media, Rabu (27/11/2024).
Fahmi menjelaskan, Command Center ditempatkan di aula KPU Jakarta. Selain untuk memantau proses pemungutan suara, menurut dia, Command Center juga berfungsi untuk memonitor pergerakan data hasil penghitungan suara yang diunggah ke aplikasi sirekap (sistem informasi rekapitulasi hasil penghitungan suara).
“Command Center ini dibuat sebagai pusat kendali informasi Pilkada 2024. Di sini tersedia data lengkap, mulai dari jumlah pemilih, jumlah TPS beserta koordinatnya, TPS rawan banjir, TPS lokasi khusus dan informasi lainnya,” terang Fahmi.
Fahmi memastikan, Command Center tidak hanya mampu melihat proses pemungutan, penghitungan suara, namun bila ada kendala yang muncul di lapangan akan dapat dipantau langsung.
“Melalui Command Center, semua pihak dapat mengakses informasi detail hingga tingkat TPS. Misalnya, lokasi TPS, jumlah pemilih per TPS, hingga laporan hasil penghitungan suara di TPS. Sistem ini, lanjutnya, diharapkan mempermudah proses pemantauan dan meningkatkan transparansi pelaksanaan Pilkada Jakarta 2024,” harap dia.***













