Dall’Igna Tegaskan Batasan dalam Pengembangan Teknologi Motor Ducati untuk Pertahankan Peran Pembalap

0
Dall'Igna Tegaskan Batasan dalam Pengembangan Teknologi Motor Ducati untuk Pertahankan Peran Pembalap

NARASITODAY.COM – General Manager Ducati, Gigi Dall’Igna, sangat memperhitungkan peran pembalap meskipun Ducati dikenal dengan inovasi teknologi canggihnya. Karena itu, pengembangan pada beberapa aspek motor dibatasi.

Ducati telah berhasil menjelma menjadi salah satu raksasa dalam dunia MotoGP, dengan teknologi terdepan yang dimilikinya. Pendekatan pengembangan yang agresif, yang sering kali keluar dari tradisi, menjadi salah satu cara mereka mengungguli dua raksasa Jepang, Yamaha dan Honda.

Dengan meraih tiga gelar juara dunia dan tiga gelar konstruktor dalam tiga musim terakhir, Ducati semakin menunjukkan dominasinya. Mereka memanfaatkan potensi para insinyur brilian untuk mengembangkan motor yang dulu sering kali kalah saing dengan motor Honda atau Yamaha.

Baca Juga :  Rivalitas Memanas! MotoGP Gelar Sayembara untuk Menggoyang Bagnaia dan Marquez

Salah satu faktor utama yang berperan dalam kemajuan Ducati adalah teknologi. Mereka terus mengeksplorasi berbagai aspek mulai dari aerodinamika hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan motor mereka.

Namun, meski Ducati terkenal dengan kecanggihan teknologi, mereka tidak menjadi pabrikan yang terlalu bergantung hanya pada kemajuan teknologi semata. Gigi Dall’Igna menegaskan bahwa meskipun teknologi mutakhir diterapkan, faktor manusia, yaitu pembalap, tetap menjadi inti dari pengembangan motor.

Dall’Igna menyebutkan, seperti yang dilansir oleh Paddock-GP, bahwa teknologi canggih yang diterapkan pada motor Ducati tetap dirancang untuk mendukung kemampuan pembalap. Ini menjadi salah satu perbedaan utama antara MotoGP dan Formula 1. Keseimbangan antara faktor teknologi dan pembalap tetap dijaga dengan seksama oleh Ducati.

Baca Juga :  Browsing Makin Lancar, Ini 5 Browser Android Paling Top 2026

“Mobil F1 dapat mengunduh data secara langsung, sementara di MotoGP kami harus menunggu hingga motor masuk ke pit untuk menganalisis data tersebut,” kata Dall’Igna. “Setelah motor berhenti, kami menganalisis reaksinya terkait keandalan dan performa, lalu kami mencari solusi untuk menyesuaikan pengaturannya.”

Meskipun kemajuan dalam pengumpulan data telemetri terus berkembang, Dall’Igna menegaskan bahwa umpan balik pembalap tetap menjadi hal yang sangat penting.

“Komentar pembalap adalah kunci. Pembalap adalah pusat dari segalanya, karena ini adalah olahraga individu,” tambah Dall’Igna.

“Pembalap yang membawa pulang hasil, tapi tim juga harus tahu bagaimana bekerja sama dengan harmonis untuk mewujudkan perubahan yang diperlukan,” ujar pria asal Veneto itu.

Baca Juga :  Ambulans Tak Bisa Masuk, Warga Dievakuasi Pakai Sarung dan Bambu

Untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak mengurangi kemampuan individu pembalap, Dall’Igna memilih untuk membatasi penggunaan elektronik sebanyak mungkin.

“Elektronik memiliki banyak manfaat, dan itu positif. Namun, secara pribadi saya lebih suka membatasinya sebisa mungkin,” kata Dall’Igna.

“Elektronik memang bisa membuat pembalap menjadi bergantung, tetapi itu juga memberikan keamanan yang lebih besar,” tambahnya.

“Namun, tetap saja, dibutuhkan seseorang yang bisa membuatnya berfungsi dengan baik. Apa yang kami kembangkan di MotoGP akhirnya juga menguntungkan motor produksi,” tutupnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel