NARASITODAY.COM – Pemerintah memastikan beberapa bagian dari jalan tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo akan difungsikan secara terbatas selama musim mudik Lebaran 2025. Langkah ini diambil untuk mengurangi kemacetan, terutama di ruas Klaten-Prambanan, yang sering kali menjadi titik kemacetan utama saat liburan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa fungsionalisasi terbatas ini merupakan bagian dari upaya peningkatan konektivitas di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
“Insya Allah, ruas ini dapat difungsikan untuk Lebaran 2025,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (28/2/2025).
Walaupun proyek tol ini belum sepenuhnya selesai, ruas Prambanan-Purwomartani sepanjang 6,7 km akan dibuka secara fungsional untuk membantu memperlancar arus mudik.
“Fungsionalisasi ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan di exit tol Prambanan, yang selama musim liburan kerap mengalami kemacetan parah,” jelas Dody.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Khusairi, menjelaskan bahwa dari total panjang ruas Prambanan-Purwomartani yang mencapai 11,48 km, hanya bagian antara Sta 30+875 hingga Sta 37+650 yang akan dibuka untuk umum.
“Jalur yang dibuka terbatas hanya jalur B, yang diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I. Pembukaan ruas ini direncanakan dari pukul 06.00 hingga 18.00, namun waktu ini bisa berubah sesuai kebijakan pihak kepolisian. Exit tol sementara akan dialihkan ke jalan LPMP, Kabupaten Sleman,” tambahnya.
Seperti yang terjadi saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, ruas Klaten-Prambanan mengalami kemacetan berat akibat lonjakan volume kendaraan. Oleh karena itu, dengan dibukanya ruas tol Prambanan-Purwomartani, diharapkan pemudik dapat menggunakan jalur alternatif yang lebih lancar dari Solo menuju Yogyakarta atau sebaliknya.
Selain itu, dari total panjang tol Solo-Yogyakarta-NYIA yang mencapai 96,5 km, saat ini 22,3 km sudah beroperasi sepenuhnya. Pada musim mudik Lebaran 2025, ruas Klaten-Prambanan sepanjang 8,6 km akan beroperasi penuh, sedangkan ruas Prambanan-Purwomartani sepanjang 6,7 km akan dibuka secara terbatas.
Meskipun upaya fungsionalisasi ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan, Menteri PU Dody Hanggodo mengingatkan pemudik untuk tetap berhati-hati, mengingat beberapa bagian tol masih dalam tahap penyelesaian.
Diharapkan dengan adanya jalur fungsional ini, perjalanan mudik Lebaran 2025 dapat berlangsung lebih lancar dan nyaman bagi masyarakat yang melintasi jalur Solo-Yogyakarta-Kulon Progo.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel














