NARASITODAY.COM – Malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat bagi NNIH (22), seorang mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, berubah menjadi mimpi buruk. Ia menjadi korban pengeroyokan brutal oleh dua orang juru parkir di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, hanya karena persoalan uang parkir. Akibatnya, wajah dan tubuhnya lebam, meninggalkan trauma mendalam.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, mengungkapkan kondisi mengenaskan korban setelah insiden pengeroyokan yang terjadi pada Rabu (17/4) sore itu. “Pengeroyokan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah.
Atas kejadian tersebut korban mengalami luka memar pada bola mata sebelah kanan, luka lecet pada leher, luka lebam di kepala belakang,” kata Kompol Bambang kepada wartawan, Rabu (23/4/2025), menggambarkan luka fisik yang diderita korban akibat amukan pelaku.
Kisah pilu ini bermula ketika NNIH usai berbelanja dari sebuah minimarket. Ia memarkirkan kendaraannya, namun nahas, motornya tak kunjung menyala. Aditya Saputra (29), salah seorang juru parkir di lokasi itu, menunggu cukup lama.
“Sehingga pelaku terlalu lama menunggu dan ditinggal oleh pelaku yang merasa kesal dengan korban karena tidak diberikan uang parkir, lalu pelaku kembali duduk dan berkumpul dengan temannya,” jelas Kompol Bambang, mengurai awal mula perselisihan yang berujung kekerasan.
Di tengah upayanya menghidupkan motor, NNIH tanpa sengaja melihat ke arah Aditya yang tengah berkumpul dengan rekannya. Rupanya, tatapan itu disalahartikan oleh Aditya yang saat itu diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.
“Lalu pelaku menghampiri korban dan langsung melakukan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan tangan kosong,” imbuh Kompol Bambang, menggambarkan tindakan impulsif pelaku yang dipicu oleh kesalahpahaman dan pengaruh alkohol.
Aksi brutal Aditya sempat dilerai oleh beberapa orang di sekitar lokasi, dan NNIH sempat berupaya menghindar. Namun, nasib malang kembali menimpanya. Teman Aditya, yang diketahui bernama Rezky Bayu alias Otoy (26), turut campur dan berhasil menangkap korban.
Saat itulah, keduanya tanpa ampun mengeroyok mahasiswa malang tersebut. “Sehingga pelaku mengejar korban, dan berhasil ditangkap dibantu oleh pelaku saudara OTOY. Lalu korban dipukul secara bersama-sama oleh kedua pelaku tersebut,” jelas Kapolsek, menggambarkan bagaimana korban tak berdaya di bawah kepungan dua orang yang kalap.
Tak butuh waktu lama bagi aparat kepolisian untuk bertindak. Setelah menerima laporan dan melakukan penyelidikan, tim dari Polsek Ciputat Timur berhasil meringkus kedua pelaku yang bertanggung jawab atas pengeroyokan tersebut. Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
“Pelaku ditangkap. Selanjutnya terduga pelaku serta barang bukti dibawa ke Polsek Ciputat Timur untuk proses lebih lanjut,” pungkas Kompol Bambang, menandakan bahwa keadilan akan ditegakkan bagi NNIH yang menjadi korban keganasan juru parkir mabuk.
Insiden ini menjadi pelajaran pahit tentang bahaya minuman keras dan pentingnya pengendalian emosi, serta perlunya pengawasan terhadap aktivitas juru parkir di ruang publik demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.***














