Gerakan Tanah di Bogor Lumpuhkan 15 Rumah, 4 Kepala Keluarga Cari Perlindungan

0
Bogor
Sebanyak 15 rumah di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, rusak akibat pergerakan tanah yang dipicu hujan deras sejak Rabu (30/7/2025).foto:detik

NARASITODAY.COM – Sebanyak 15 rumah di wilayah Sukamakmur, Kabupaten Bogor, mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak Rabu (30/7/2025). Bencana tersebut juga menyebabkan 15 warga mengungsi karena tempat tinggal mereka tidak lagi layak huni.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menyampaikan bahwa faktor cuaca ekstrem menjadi pemicu utama kejadian tersebut.

“Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi, yang berdurasi cukup lama serta kontur tanah yang labil, sehingga mengakibatkan pergerakan tanah dan beberapa unit rumah terdampak kerusakan,” ujar Adam pada Kamis (31/7/2025).

Baca Juga :  Kecamatan Jasinga Bersiap Lepas dari Kabupaten Bogor, Menuju Pembentukan Kabupaten Bogor Barat

Berdasarkan hasil kaji cepat, sebanyak 15 unit rumah yang dihuni oleh 55 warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Rinciannya: 12 rumah mengalami rusak ringan dan dihuni oleh 12 kepala keluarga (39 jiwa), satu rumah rusak sedang dengan satu kepala keluarga (4 jiwa), serta dua rumah mengalami rusak berat yang dihuni oleh tiga kepala keluarga (11 jiwa).

Baca Juga :  Dishub Kabupaten Bogor Tunggu Lampu Hijau SKPD Sebelum Mulai Uji Coba Traffic Light

“Korban mengungsi total ada 15 jiwa dari 4 kepala keluarga, mereka mengungsi ke rumah orangtuanya di alamat yang sama,” tambah Adam.

Adam juga menjelaskan bahwa aktivitas pergerakan tanah masih berlanjut terutama saat hujan deras turun, dan berpotensi memperparah kerusakan di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Blake Lively dan Justin Baldoni Terlibat dalam Kasus Hukum, Taylor Swift Berpotensi Jadi Saksi

“Untuk pergerakan tanah masih berlanjut jika kondisinya hujan di wilayah tersebut. Perlu penanganan lebih lanjut dari dinas terkait,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sebagian warga sudah mengungsi ke lokasi yang lebih aman, namun rumah yang terdampak hingga kini belum mendapatkan perbaikan.***

sumber:detik

Ikuti Berita : Google News
Ikuti Saluran WhatsApp: Narasitoday