Ricky Pratama Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan Pacar

0
FIFA
Ilustrasi bola hitam dan putih dilapangan hijau.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, MAKASSAR – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola tanah air. Striker muda Timnas Indonesia, Ricky Pratama (RP), resmi dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan terhadap kekasihnya yang berinisial AD. Laporan ini mencoreng profil pemain yang sempat menjadi langganan pemanggilan skuad Garuda di bawah asuhan Shin Tae-yong hingga Gerald Vanenburg tersebut.

Dugaan kekerasan ini terungkap setelah AD, didampingi kuasa hukumnya, menyambangi Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan pada Minggu (15/2/2026). Di balik karier cemerlangnya di atas lapangan hijau, Ricky kini harus berhadapan dengan tuduhan serius terkait tindakan kekerasan fisik dan ancaman nyawa.

Cekcok di Balik Persiapan Pertandingan

Baca Juga :  Timnas Indonesia U-22 Gagal ke Semifinal SEA Games 2025, Indra Sjafri Bertanggung Jawab

Peristiwa kelam ini diduga terjadi pada 6 Februari 2026, tepat saat klub yang dibela Ricky, PSM Makassar, tengah bersiap melakukan laga tandang ke Yogyakarta. Lokasi kejadian berada di rumah kos milik korban yang terletak tak jauh dari mes pemain PSM Makassar.

Kuasa hukum AD, Eko Saputra, membenarkan bahwa kliennya telah menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan.

“Betul, siang tadi (Minggu, 15 Februari) kami ke Polda Sulsel. Kami sudah melaporkan RP dugaan penganiayaan. TKP (penganiayaan) nya itu di kos korban,” kata Eko seperti dikutip dari Detik.

Luka Fisik dan Ancaman Pembunuhan

Tuduhan yang dilayangkan bukan sekadar gertakan. Eko membeberkan bahwa AD mengalami sejumlah luka fisik yang telah diverifikasi melalui rekam medis. Lebih mengerikan, keributan tersebut disertai dengan intimidasi verbal yang sangat membahayakan.

Baca Juga :  Timnas Voli Indonesia Berpeluang Kunci Juara Grup Lawan Filipina

“Tepat di tanggal 6 (Februari) itu rencana PSM mau away ke Yogya sebelum berangkat itu terjadi cekcok. Dari hasil rekam medis klien kami ada bekas cekik di leher, di lengan ada bekas cakaran, dan klien kami juga diancam mau dibunuh,” tutur Eko mendetail.

Drama tragis ini tidak berhenti di situ. AD, yang berasal dari Magelang, sempat meminta sang pemain untuk memulangkannya. Namun, alih-alih mendapatkan perlindungan, AD justru diperlakukan dingin saat tiba di kota asalnya.

Baca Juga :  Timnas Voli Putri Indonesia Kombinasikan Pemain Senior dan Muda untuk SEA Games

“Tiket dibelikan, tapi setibanya di bandara Jogja klien kami ditinggalkan,” tambah Eko mengisahkan momen memilukan saat korban ditelantarkan di bandara.

Nasib di Tim Nasional

Kasus ini menjadi sorotan tajam mengingat status Ricky Pratama sebagai aset bangsa di lini depan. Ia tercatat sebagai anggota Timnas Indonesia sejak jenjang U-20 hingga berlanjut ke U-23, di bawah kepemimpinan pelatih kelas dunia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami laporan tersebut. Publik kini menanti sikap tegas dari pihak klub maupun PSSI terkait status sang pemain, sembari berharap proses hukum berjalan transparan demi keadilan bagi korban.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com