124 Orang Ditangkap dalam Bentrokan Ultras vs Casuals di Futsal Sporting-Benfica

0
Futsal
Ilustrasi Anak bermain futsal.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, LISBON – Aroma persaingan sengit antara Sporting dan Benfica yang dikenal sebagai derbi terpanas di dunia futsal, berubah menjadi mencekam pada Kamis (19/2/2026) malam waktu setempat. Bukan karena aksi gemilang di lapangan kayu, melainkan akibat bentrokan hebat antara kelompok suporter ultras dan casuals yang pecah hanya beberapa menit sebelum peluit kick-off dibunyikan di Alvalde.

Suasana mencekam menyelimuti area stadion saat sekelompok massa mulai melakukan provokasi di tengah kerumunan penonton yang sedang menanti pertandingan dimulai.

Ledakan Piroteknik dan Hujan Batu

Berdasarkan laporan media Portugal, Record, kericuhan dipicu oleh kedatangan sekitar 100 orang kelompok casuals Benfica. Dengan setelan serba hitam dan wajah tertutup, mereka merangsek ke markas Sporting sembari membawa batu dan berbagai alat piroteknik.

Baca Juga :  Timnas Futsal Putri Indonesia Vs Vietnam Perebut Posisi 3 AFF 2026

Ledakan piroteknik yang membekas di udara dan hujan batu tersebut memicu reaksi keras dari kelompok ultras hingga bentrokan fisik tak terhindarkan. Konflik terbuka ini berkobar selama kurang lebih 20 menit, mengubah area sekitar stadion menjadi medan tempur singkat sebelum akhirnya aparat keamanan melakukan tindakan tegas.

Ratusan Penangkapan dan Korban Luka

Polisi bergerak cepat mengamankan situasi guna mencegah kerusuhan meluas. Tercatat, sebanyak 124 orang ditangkap dalam insiden tersebut. Meski dilaporkan tidak ada korban jiwa, banyak suporter yang mengalami luka-luka hingga bersimbah darah. Salah satu di antaranya dilaporkan harus mendapatkan penanganan intensif akibat luka serius.

Baca Juga :  Kontroversi Spanduk Proklamasi Kepulauan Malvinas Setelah Argentina Lolos Final Piala Dunia 2026

Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) langsung mengambil sikap tegas atas insiden yang mencoreng sportivitas ini. Dalam pernyataan resminya, FPF menegaskan akan membuka investigasi menyeluruh karena kekerasan dalam pertandingan futsal sangat tidak dibenarkan.

Di sisi lain, FPF juga memberikan apresiasi terhadap respons cepat kepolisian di lapangan. Tindakan tegas aparat membuat situasi bisa segera dikendalikan sehingga nyawa para penonton lainnya tetap terlindungi.

Baca Juga :  Mentalitas "Kalah Tapi Menang" Jadi Senjata Utama Garuda di Final SEA Games Futsal

Pertandingan Tetap Berlanjut

Setelah debu bentrokan mereda dan situasi dinyatakan terkendali oleh pihak keamanan, duel yang paling dinanti ini akhirnya tetap dilaksanakan. Di tengah sisa ketegangan, kedua tim menunjukkan profesionalisme mereka di lapangan.

Pertandingan sengit tersebut berakhir tanpa pemenang dengan skor imbang 2-2. Namun, hasil pertandingan seolah tertutup oleh bayang-bayang kekerasan yang sekali lagi membuktikan betapa panasnya rivalitas kedua klub asal Lisbon ini, bahkan di luar lapangan hijau.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com