NARASITODAY.COM,JAKARTA – Kabar duka datang dari Kebun Binatang Belfast di Irlandia Utara. Dua singa Barbary betina bernama Thheiba dan Fidda dilaporkan mati pada usia 22 tahun setelah menjalani perawatan intensif.
Pihak kebun binatang menyampaikan bahwa kedua singa tersebut meninggal dengan tenang. Selama hidupnya, Thheiba dan Fidda dikenal sebagai dua singa terakhir yang tinggal di kebun binatang tersebut.
Sebelumnya, kedua singa ini sempat tinggal di Kebun Binatang Port Lympne di Inggris sebelum akhirnya dipindahkan ke Belfast. Dalam pernyataan resminya, pihak kebun binatang menyebut keduanya memiliki peran penting dalam program konservasi internasional.
Selama hidupnya, Thheiba dan Fidda juga menjadi bagian dari program konservasi yang bertujuan menjaga keberlangsungan singa Barbary. Program tersebut telah menghasilkan sejumlah keturunan yang membantu melindungi spesies ini dari kepunahan.
Dalam beberapa pekan terakhir, Thheiba diketahui mengalami masalah kesehatan seperti gangguan mobilitas serta penurunan berat badan. Setelah melalui pemeriksaan oleh dokter hewan, kebun binatang memutuskan untuk melakukan eutanasia guna mengakhiri penderitaannya.
Karena singa merupakan hewan yang sangat sosial dan hidup dalam kelompok, pihak kebun binatang juga memutuskan melakukan eutanasia terhadap Fidda. Keputusan ini diambil atas saran dokter hewan untuk menghindari stres dan masalah kesejahteraan jika Fidda harus hidup sendirian.
Singa Barbary sendiri dikenal sebagai salah satu subspesies singa dengan ukuran tubuh besar. Singa jantan biasanya memiliki surai hitam tebal serta bulu yang tumbuh di bagian perut.
Pada masa lalu, singa Barbary banyak ditemukan di wilayah Afrika Utara. Namun kini, subspesies ini telah dinyatakan punah di alam liar dan hanya tersisa melalui program konservasi di beberapa kebun binatang. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detiktravel














