NARASITODAY.COM, MADRID – Ambisi Cristiano Ronaldo untuk tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia kembali diuji. Megabintang asal Portugal tersebut kini tengah berpacu dengan waktu untuk memulihkan cedera hamstring yang membekapnya, demi menjaga asa membela negaranya di Piala Dunia 2026.
Penyerang legendaris berusia 41 tahun itu terpaksa menepi setelah mengalami masalah otot usai memperkuat Al Nassr melawan Al Feiha pada awal Maret ini. Alih-alih beristirahat total, peraih lima gelar Ballon d’Or tersebut memilih terbang ke Madrid untuk menjalani program pemulihan khusus.
Teknologi di Balik Pemulihan CR7
Dalam unggahan terbarunya, Ronaldo membagikan momen saat dirinya menjalani prosedur medis mutakhir. Melansir laporan Daily Mail, mantan bintang Real Madrid itu menggunakan metode Pressotherapy untuk mempercepat regenerasi jaringan ototnya.
“Pressotherapy ini disinyalir untuk memberikan drainase limfatik, yang membantu mengurangi pembengkakan, sakit dan nyeri, serta detoksifikasi tubuh. Alat pressotherapy itu memberi sensasi pijatan dari tekanan udara yang bisa diatur,” tulis laporan tersebut menggambarkan kecanggihan alat yang melingkar di kaki kiri sang pemain.
Metode ini bekerja dengan memberikan tekanan udara terkontrol yang mensimulasikan pijatan dalam, memastikan aliran darah tetap optimal sehingga peradangan pada hamstring-nya dapat segera mereda.
Tiga Bulan Menuju Pembuktian
Waktu menjadi musuh utama Ronaldo saat ini. Dengan pesta bola dunia yang menyisakan waktu sekitar tiga bulan lagi, cedera ini menjadi alarm bagi skuad Selecao das Quinas. Namun, semangat pantang menyerah yang menjadi ciri khas Ronaldo tampaknya belum pudar.
Ronaldo dikabarkan sangat terobsesi untuk pulih lebih cepat. Hal ini bukan tanpa alasan; meski sudah memasuki usia kepala empat, ia tetap menjadi pilar tak tergantikan bagi Portugal. Rekor fantastisnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional dengan koleksi 143 gol menjadi bukti bahwa kehadirannya di lapangan bukan sekadar simbol, melainkan mesin gol yang masih ditakuti lawan.
Bagi para penggemar, pemandangan Ronaldo di ruang terapi adalah pengingat bahwa di balik fisik “superhuman” yang ia miliki, ada kerja keras luar biasa dan teknologi medis yang mendukungnya untuk terus bertahan di level tertinggi. Kini, publik Portugal hanya bisa menanti apakah “pijatan udara” di Madrid mampu mengembalikan sang kapten tepat waktu ke lapangan hijau.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














