Tiga Pelajar Jadi Korban Kekerasan, Polisi Tekankan Pentingnya Keadilan dan Keamanan Masyarakat

0
korban
Ilustrasi Ember air biru.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BOGOR – Keheningan malam di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, mendadak berubah menjadi tragedi yang memilukan. Polisi kini mengungkap fakta baru bahwa korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) tersebut ternyata berjumlah tiga orang, bukan dua seperti laporan awal.

Di koridor rumah sakit yang dingin, dua dari tiga pelajar tersebut masih harus berjuang melawan rasa perih yang luar biasa. Luka bakar kimiawi yang merusak jaringan kulit mereka memaksa tim medis untuk melakukan tindakan operasi berkali-kali.

Satu Sekolah, Tiga Nasib Berbeda

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa seluruh korban merupakan siswa dari sekolah menengah yang sama. Meski berasal dari lingkungan yang serupa, tingkat keparahan luka yang mereka alami berbeda-beda.

Kasat PPA/PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, menjelaskan bahwa saat ini perhatian utama pihak kepolisian adalah memastikan para korban mendapatkan perawatan medis yang maksimal.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Gerak Cepat Kerahkan Tim Gabungan Evakuasi dan Tangani Korban Sesaat Terjadinya Bencana

“Jadi ini korbannya ada tiga, yang dua masih di rumah sakit menjalani operasi, yang dua (korban) masih dirawat. Kalau yang satu luka bakar juga sekitaran muka, cuma dia tidak dirawat di rumah sakit, masih bisa beraktivitas,” kata AKP Silfi Adi Putri kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Mengenai tingkat keparahan luka bakar yang diderita para siswa tersebut, polisi masih menunggu hasil medis resmi. Proses penyembuhan diperkirakan akan memakan waktu lama mengingat karakteristik luka akibat zat asam yang cukup dalam.

“Kalau dari dokter sendiri sih belum menyatakan berapa persennya (luka bakar) ya. Karena kami sendiri meminta hasil visum sampai saat ini belum bisa dikeluarkan, karena memang masih dalam proses tahapan penyembuhan. Masih beberapa kali operasi lagi katanya, infonya,” ucap Silfi.

Baca Juga :  Timnas Putri Indonesia Hadapi Realita Pahit, Kalah 0-15 dari Timnas Belanda

Tragedi ini bermula pada Senin (20/4) malam. Berdasarkan keterangan keluarga, para pelajar tersebut sempat menghabiskan waktu bersama selepas jam sekolah sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.

Naas, di tengah perjalanan pulang yang seharusnya aman, mereka dihadang oleh sosok misterius yang langsung menyiramkan cairan kimia berbahaya ke arah wajah dan tubuh mereka.

“Nah tapi kalau dari keterangan pelapor selaku kakak kandung salah satu korban kemarin yang melaporkan, kalau dari versi kakaknya adalah dua anak ini pulang sekolah terus nongkrong dulu,” ungkap Silfi dalam keterangan sebelumnya.

Baca Juga :  HMR Tantang Calon Kepala Daerah Prioritaskan Pembangunan Tol Tambang di Kabupaten Bogor

Penyelidikan Terganjal Kondisi Korban

Hingga saat ini, pelaku penyiraman masih bebas berkeliaran. Polisi mengaku mengalami kendala dalam menggali keterangan lebih dalam karena kondisi psikis dan fisik para korban yang belum stabil untuk diinterogasi.

Keheningan para korban di ruang perawatan menjadi sekat bagi kepolisian untuk mengungkap motif di balik aksi keji ini.

“Korban belum bisa diperiksa masih dalam proses pemulihan di rumah sakit, kita fokusnya pemulihan korban dulu,” pungkas Silfi.

Kasus ini menjadi pengingat kelam bagi warga Bogor akan pentingnya keamanan di ruang publik, terutama bagi para pelajar yang kerap pulang saat hari mulai gelap. Sementara itu, warga Parung Panjang kini hanya bisa berharap pelaku segera tertangkap agar rasa cemas yang menghantui jalanan mereka segera sirna.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com