
NARASITODAY.COM,JAKARTA – Kabar duka menyelimuti sepak bola Jepang tepat menjelang bergulirnya pesta bola terakbar sejagat. Sang jenderal lapangan tengah sekaligus kapten utama Samurai Biru, Wataru Endo, dipastikan gagal tampil di Piala Dunia 2026.
Hantaman cedera di detik-detik akhir tidak hanya mengubur mimpinya berlaga di turnamen besar tersebut, tetapi juga mendorongnya mengambil keputusan emosional untuk pensiun dari tim nasional.
Endo yang awalnya diproyeksikan memimpin skuad Jepang di atas lapangan hijau, justru harus mengalami nasib malang. Ia menderita cedera kaki serius sesaat setelah bergabung dengan kamp latihan tim. Kondisi fisiknya tak kunjung membaik hingga beberapa hari menjelang laga pembuka Grup F yang mempertemukan Jepang kontra Belanda.
Melihat situasi yang tidak memungkinkan, tim kepelatihan Jepang akhirnya mengambil keputusan pahit untuk memulangkan pemain berusia 33 tahun tersebut karena proses pemulihannya memakan waktu lama. Sebagai suksesor di dalam skuad, pelatih Jepang bergerak cepat memanggil striker Borussia Moenchengladbach, Shuto Machino.
Patah Hati Sang Jenderal di Usia 33 Tahun
Bagi seorang pesepak bola, absen di Piala Dunia akibat cedera tepat sebelum peluit pertama dibunyikan adalah mimpi buruk terbesar. Kekecewaan mendalam tak dapat disembunyikan oleh Endo, mengingat turnamen edisi kali ini seharusnya menjadi panggung Piala Dunia keduanya bersama Jepang.
Mengingat usianya yang kini telah menginjak 33 tahun, peluang Endo untuk kembali merumput di Piala Dunia 2030 dinilai sangat kecil. Realitas tersebut memantapkan langkah gelandang pekerja keras ini untuk gantung sepatu dari level internasional dan memilih fokus penuh pada kariernya di tingkat klub.
Melalui pesan terbuka di akun media sosial pribadinya, Endo menyampaikan salam perpisahan yang mengharukan sekaligus membakar semangat rekan-rekannya.
“Seperti yang sudah diumumkan, saya akan mundur dari skuad Piala Dunia,” ujar Endo di akun sosial media miliknya.
“Tentu saja saya frustrasi karena tidak bisa tampil di Piala Dunia. Tapi, lebih dari itu, saya sebagai kapten bangga melihat perkembangan tim ini sejak Piala Dunia Qatar, memimpin tim ini dan mewujudkan impian kami untuk jadi juara Piala Dunia, yang mana itu tinggal menunggu waktu saja,” sambungnya.
Di balik rasa perih karena harus pulang lebih awal, Endo menegaskan keyakinan penuhnya bahwa generasi baru Samurai Biru mampu berbicara banyak di turnamen kali ini, bahkan tanpa kehadirannya di lapangan.
“Tim saat ini luar biasa. Saya yakin mereka mampu melewati berbagai cobaan dan menunjukkan performa yang belum pernah dilihat sebelumnya.”
“Bersamaan dengan ini, saya akan pensiun dari tim nasional. Mulai saat ini, saya akan mendukung Timnas Jepang sebagai fans. Momen Jepang Juara Piala Dunia pasti akan datang. Mari terus yakini itu dan dukung mereka bersama-sama.”
Warisan Berharga dari Suksesor Maya Yoshida
Sejak mencatatkan debut pertamanya bersama Timnas Jepang pada tahun 2015 silam, Endo telah menjelma menjadi batu karang yang kokoh di lini tengah. Ia tercatat telah mengantongi 73 caps dan menyumbangkan empat gol untuk negaranya.
Dedikasi dan jiwa kepemimpinannya yang tinggi membuat Endo dipercaya mengemban ban kapten tim nasional, menggantikan bek senior Maya Yoshida tepat setelah gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kini, meski sang kapten tak lagi bisa mengomandoi barisan dari dalam lapangan, warisan mentalitas juara yang ia tanamkan diharapkan mampu membakar semangat juang Jepang untuk mengarungi ketatnya persaingan di Piala Dunia 2026.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













