Eksotis dan Inspiratif! 5 Desa Terapung di Asia Tenggara yang Masih Dihuni Penduduk Lokal

0
Asia Tenggara
Ilustrasi Inle Lake Floating Villages, Myanmar.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Asia Tenggara dikenal sebagai kawasan yang kaya akan budaya, tradisi, dan keindahan alam yang unik.

Di antara berbagai destinasi menarik yang tersebar di wilayah ini, desa terapung menjadi salah satu daya tarik yang memikat wisatawan sekaligus menunjukkan kemampuan masyarakat beradaptasi dengan lingkungan perairan.

Meski zaman terus berkembang, beberapa desa terapung di Asia Tenggara masih dihuni oleh penduduk lokal yang menjalani kehidupan sehari-hari di atas air.

Berikut lima desa terapung yang eksotis dan inspiratif di Asia Tenggara yang hingga kini tetap menjadi rumah bagi komunitas lokal.

1. Kampong Ayer, Brunei Darussalam

Ilustrasi Kampong Ayer, Brunei Darussalam
Ilustrasi Kampong Ayer, Brunei Darussalam.Foto : Istock

Dikenal sebagai “Venesia dari Timur”, Kampong Ayer merupakan salah satu permukiman terapung terbesar dan tertua di dunia. Desa ini terletak di atas Sungai Brunei dan telah dihuni selama lebih dari seribu tahun.

Sekitar puluhan ribu penduduk masih tinggal di rumah-rumah panggung yang terhubung oleh jembatan kayu. Menariknya, fasilitas modern seperti sekolah, masjid, pusat kesehatan, hingga layanan pemadam kebakaran tersedia di kawasan ini. Kehidupan masyarakat Kampong Ayer menjadi contoh bagaimana tradisi dapat berjalan berdampingan dengan modernisasi.

Baca Juga :  5 Hal Unik tentang Kagbeni, Desa Kuno yang Menjadi Titik Tengah Eksplorasi Himalaya

2. Kampong Phluk, Kamboja

Kampong Phluk, Kamboja
Ilustrasi Kampong Phluk, Kamboja.Foto : Istock

Terletak di tepian Danau Tonle Sap, Kampong Phluk merupakan desa terapung yang terkenal dengan rumah-rumah panggung tinggi yang dibangun untuk menghadapi perubahan permukaan air sepanjang tahun.

Sebagian besar penduduk desa bekerja sebagai nelayan dan menggantungkan hidup pada ekosistem danau terbesar di Asia Tenggara tersebut. Saat musim hujan tiba, kawasan ini tampak seperti kota yang mengapung di tengah perairan luas, menciptakan pemandangan yang menakjubkan bagi para pengunjung.

3. Inle Lake Floating Villages, Myanmar

Ilustrasi Inle Lake Floating Villages, Myanmar
Ilustrasi Inle Lake Floating Villages, Myanmar.Foto : Istock

Di tengah keindahan Danau Inle terdapat sejumlah desa terapung yang dihuni oleh masyarakat etnis Intha. Mereka terkenal karena teknik mendayung unik menggunakan satu kaki saat mengemudikan perahu.

Baca Juga :  Tak Perlu Jauh-Jauh! 5 Lembah Indah di Indonesia yang Punya Keindahan Bak Destinasi Impian

Selain rumah-rumah yang berdiri di atas tiang kayu, warga juga membangun kebun terapung untuk menanam sayuran dan buah-buahan. Sistem pertanian ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi salah satu contoh pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

4. Ko Panyi, Thailand

Ilustrasi Ko Panyi, Thailand
Ilustrasi Ko Panyi, Thailand.Foto : Istock

Ko Panyi merupakan desa terapung yang berdiri di atas tiang-tiang kayu di kawasan Teluk Phang Nga. Desa ini didirikan oleh komunitas nelayan Muslim lebih dari dua abad lalu dan kini menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang terkenal di Thailand.

Meski sering dikunjungi wisatawan, masyarakat setempat tetap mempertahankan tradisi dan gaya hidup mereka. Salah satu ikon desa ini adalah lapangan sepak bola terapung yang dibangun oleh warga dan menjadi inspirasi bagi banyak komunitas di berbagai negara.

5. Sitio Pariahan, Filipina

Ilustrasi Sitio Pariahan, Filipina
Ilustrasi Sitio Pariahan, Filipina.Foto : phys.org

Dijuluki sebagai “Atlantis Kecil” Filipina, Sitio Pariahan merupakan desa yang sebagian besar wilayahnya berada di atas air akibat penurunan permukaan tanah dan kenaikan muka air laut. Meski menghadapi berbagai tantangan lingkungan, sejumlah warga masih memilih bertahan dan menyesuaikan kehidupan mereka dengan kondisi perairan.

Baca Juga :  5 Lokasi KDrama Populer di Korea Selatan untuk Menyemarakkan Liburan Imlek Anda!

Rumah-rumah dibangun lebih tinggi dan transportasi utama dilakukan menggunakan perahu. Kisah ketahanan masyarakat desa ini menjadi gambaran nyata tentang adaptasi manusia terhadap perubahan lingkungan.

Simbol Ketahanan dan Kearifan Lokal

Keberadaan desa-desa terapung di Asia Tenggara tidak hanya menawarkan panorama yang eksotis, tetapi juga mencerminkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi kondisi alam yang unik. Dari Brunei hingga Filipina, komunitas-komunitas ini membuktikan bahwa kehidupan dapat berkembang harmonis di tengah perairan dengan tetap menjaga budaya, tradisi, dan identitas lokal.

Di tengah arus modernisasi yang semakin cepat, desa-desa terapung tersebut menjadi pengingat bahwa kearifan lokal dan kemampuan beradaptasi merupakan aset berharga yang patut dijaga untuk generasi mendatang.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com