Insiden Penikaman Manhattan, Polisi Telusuri Dugaan Motif Kebencian

0
Manhattan
Ilustrasi seorang pria memegang pisau.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, NEW YORK – Dua orang menjadi korban penikaman dalam dua serangan terpisah di sekitar Central Park, Manhattan, New York, Amerika Serikat, Kamis (23/7/2026). Polisi menyebut pelaku sempat meneriakkan “Allahu akbar” saat melakukan aksinya.

Komisaris Kepolisian New York (NYPD) Jessica Tisch mengatakan kedua korban terdiri dari seorang pria keturunan Asia dan seorang pria Yahudi. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Tisch memastikan kondisi kedua korban stabil dan diperkirakan dapat pulih dari luka yang dialami.

“Kedua korban telah dilarikan ke rumah sakit dan diperkirakan akan selamat,” ujar Tisch.

Baca Juga :  Badan Tetap Sehat? Ikuti 5 Tips Olahraga yang Tepat Selama Ramadan

Polisi telah menangkap pria yang diduga sebagai pelaku penyerangan. Pelaku diidentifikasi sebagai Raul Morales, 51 tahun.

Menurut Tisch, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui motif di balik serangan tersebut. Berdasarkan keterangan korban dan saksi di lokasi, Morales disebut meneriakkan “Allahu akbar” ketika melakukan kedua penyerangan.

“Para detektif masih menyelidiki kasus ini dan mencari tahu motifnya. Namun, berdasarkan keterangan korban dan para saksi, Morales meneriakkan ‘Allahu akbar’ saat melakukan kedua penyerangan tersebut,” tulis Tisch.

Baca Juga :  Warga Bogor Timur Berani Laporkan Polisi Gadungan yang Meresahkan Masyarakat

NYPD kini juga mengevaluasi kemungkinan insiden tersebut masuk dalam kategori kejahatan bermotif kebencian atau hate crime.

NYPD saat ini sedang mengevaluasi apakah insiden ini dapat dikategorikan sebagai kejahatan bermotif kebencian (hate crime),” kata Tisch.

Tisch menambahkan, berdasarkan catatan kepolisian, Morales tidak memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Meski demikian, penyidik masih mengumpulkan berbagai informasi untuk mengungkap latar belakang aksi tersebut.

Sementara itu, Wali Kota New York Zohran Mamdani mengatakan penyelidikan awal menunjukkan kemungkinan adanya faktor kesehatan mental yang turut berperan dalam insiden tersebut.

Baca Juga :  Satu Tahun Pimpin Indonesia Prabowo Tegas Tindak Tambang Ilegal dan Sawit Bermasalah, Ribuan Lokasi Ditertibkan

“Serangan yang penuh kebencian dan sangat tercela seperti ini tidak memiliki tempat di kota kami,” ujar Mamdani melalui unggahan di media sosial.

Mamdani menyampaikan kedua korban saat ini berada dalam kondisi stabil. Ia juga memastikan pemerintah kota akan terus mengikuti perkembangan penyelidikan yang dilakukan NYPD.

Hingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi untuk memastikan motif penyerangan, termasuk apakah terdapat unsur kebencian yang melatarbelakangi aksi tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id