
NARASITODAY.COM – Rating NBA mengalami penurunan signifikan pada awal musim 2024-2025, dan legenda basket Shaquille O’Neal mengungkapkan pandangannya mengenai penyebab kebosanan yang dirasakan oleh para penggemar terhadap permainan saat ini. Dalam podcastnya, “The Big Podcast,” Shaq menyatakan bahwa revolusi permainan yang dipelopori oleh Stephen Curry, dengan fokus pada tembakan tiga poin, telah membuat banyak pertandingan terasa monoton.
“Saya punya teori. Rating turun karena kita melihat hal yang sama. Semua orang melakukan permainan yang sama seperti dribble handoff” kata Shaq, menyoroti kurangnya variasi dalam strategi tim.
Selain itu, Shaquille O’Neal juga menyoroti pergeseran paradigma dalam permainan basket modern. “Dulu, kami memiliki bigman yang mendominasi seperti Hakeem Olajuwon dan Tim Duncan. Sekarang, semua tim berusaha untuk meniru gaya bermain Golden State Warriors yang sangat bergantung pada tembakan tiga poin” tambahnya.
Ia merasa bahwa meskipun Curry adalah pemain revolusioner dengan kemampuan menembak yang luar biasa, tidak seharusnya semua tim mengikuti jejak yang sama. “Curry adalah pemain fenomenal, tapi apa yang terjadi jika semua tim bermain seperti Golden State? Itu artinya tidak ada lagi varietas dalam permainan” ungkapnya dengan nada skeptis.
Shaq juga mencatat bahwa penonton mungkin akan terus menurun jika tidak ada perubahan dalam cara permainan disajikan. “Saya tidak keberatan jika Golden State menjadi tim dengan tembakan tiga poin yang tajam. Namun, setiap tim memiliki penembak jitu, jadi mengapa semua orang memiliki strategi yang sama? Kita butuh lebih banyak variasi,” ujarnya.
Menurutnya, NBA perlu kembali mengeksplorasi berbagai gaya permainan agar bisa menarik perhatian penggemar kembali. “Jika kita hanya melihat satu gaya permainan, maka kita akan kehilangan keunikan dan kehebohan yang membuat basketball begitu menarik” tambahnya.
Dalam wawancara terpisah, Shaq mengungkapkan harapannya agar liga dapat menemukan cara untuk menghadirkan kembali elemen-elemen menarik dari permainan basket. “Kita perlu kembali kepada dasar-dasar permainan dan memberikan penghargaan kepada semua jenis pemain—baik itu shooter maupun bigman—agar setiap pertandingan bisa menjadi tontonan yang menarik” katanya.
Ia juga menyarankan agar tim-tim NBA dapat bereksperimen dengan berbagai strategi dan gaya permainan untuk menciptakan situasi yang lebih dinamis dan menarik.“Contohnya, mengapa tidak ada lagi ‘pick and roll’? Mengapa tidak ada lagi ‘post-up’? Kita perlu kembali ke teknik-teknik dasar yang membuat game ini begitu kompleks dan menarik” tandasnya.
Dengan semakin banyaknya kritik terhadap gaya bermain saat ini dan penurunan rating televisi, NBA dihadapkan pada tantangan besar untuk mempertahankan minat penggemar. Shaquille O’Neal berharap bahwa dengan mendengarkan masukan dari mantan pemain dan penggemar, liga dapat menemukan cara baru untuk menyajikan pertandingan yang lebih menarik dan bervariasi di masa depan.
“Penting bagi kami untuk mendengarkan suara-suara dari fans dan mantan pemain. Mereka memiliki pandangan yang objektif tentang apa yang sedang terjadi dan apa yang perlu digunakan untuk memperbaiki permainan” tambahnya.
Shaq yakin bahwa NBA dapat pulih dari fase sulit ini dan kembali menjadi salah satu liga olahraga paling populer di dunia.***













