Lindee Cremona Buktikan Karya Musik Lebih Penting dari Popularitas

0
Lindee Cremon
Penyanyi muda Lindee Cremona.Foto : kaset.id

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Penyanyi muda Lindee Cremona memilih menjalani perjalanan musiknya dengan fokus pada proses berkarya, bukan mengejar popularitas di media sosial. Di usia 12 tahun, Lindee lebih banyak menghabiskan waktu untuk mempelajari lagu dan mengembangkan kemampuan vokalnya.

Pendekatan tersebut membawa hasil positif. Lindee kini tercatat memiliki hampir 125 ribu pendengar bulanan di Spotify. Namun, bagi penyanyi muda tersebut, jumlah pendengar bukan menjadi ukuran utama dalam bermusik.

Lindee mengatakan hal terpenting baginya adalah memahami pesan dalam setiap lagu yang dibawakan agar dapat menyampaikannya secara tulus kepada pendengar.

Baca Juga :  Pemerintah Terbitkan Permenkumham Baru, Once Mekel Sambut Positif Penguatan Regulasi Royalti Musik

“Aku pelajari liriknya dan aku nikmati notasinya. Sesimpel itu sih. Meski aku ditemenin vocal director pastinya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/7/2026).

Dengan karakter suara yang lembut, Lindee mampu membawakan berbagai tema lagu, mulai dari cerita keluarga, persahabatan, hingga pengalaman sehari-hari. Kemampuan tersebut menjadi salah satu ciri yang membedakan gaya bermusiknya.

Dalam proses kreatifnya, Lindee mendapat dukungan besar dari sang ayah, Albert Kenchen. Selain mendampingi perjalanan karier putrinya, Albert juga berperan sebagai penulis lirik untuk sejumlah lagu yang dibawakan Lindee.

Baca Juga :  Kontroversi Direct License: Ahmad Dhani vs Ariel NOAH, Perbedaan Pendapat yang Panas

Albert mengatakan lagu-lagu yang dibuatnya mengangkat tema sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Lirik yang saya tulis temanya keseharian. Bahasanya pun sederhana. Berusaha jujur dan apa adanya saja,” katanya.

Sejumlah karya Lindee seperti “Yang Masih Bisa Berdoa”, “Mama”, “Sahabat Seperti Bintang”, “Bukan Akhir Cinta”, hingga “Malas Tapi Terpaksa” mendapat respons positif dari pendengar.

Salah satu lagu yang mendapat perhatian lebih adalah “Yang Masih Bisa Berdoa”. Lagu tersebut melibatkan gitaris Jubing Kristianto dan membawa pesan yang dianggap relevan bagi banyak orang.

Baca Juga :  Kreativitas Aziz Hedra: Dari Puisi ke Lagu, Menyampaikan Emosi Melalui Musik

“Lagu ini liriknya universal, lintas keyakinan,” kata Albert.

Selain berkolaborasi dengan Jubing Kristianto, Lindee juga telah bekerja sama dengan sejumlah musisi profesional lain, seperti Nissan Fortz, Pace Kribo, Franky Makatita, hingga Wendy Bagindas.

Dengan perjalanan yang terus berkembang, Lindee ingin tetap menghasilkan karya yang memberikan pesan positif kepada pendengar. Ia memilih menikmati setiap proses bermusik tanpa terburu-buru mengejar popularitas.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com