NARASITODAY.COM – Rendahnya tingkat partisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 menjadi perhatian publik. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor pun menegaskan bahwa mereka tidak dapat disalahkan atas fenomena ini.
Ketua KPUD Kabupaten Bogor, M. Adi Kurnia, mengungkapkan bahwa rendahnya partisipasi pemilih disebabkan oleh menurunnya minat masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Memang kondisi ini merupakan realitas di Kabupaten Bogor. Minat masyarakat untuk datang ke TPS berkurang, dan kita tidak bisa menyalahkan pihak manapun,” ujarnya, Selasa (3/12/2024).
Adi juga menambahkan bahwa penurunan partisipasi pemilih tidak hanya terjadi di Kabupaten Bogor, tetapi juga di sejumlah daerah lainnya, termasuk DKI Jakarta.
“Fenomena ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya menurunnya antusiasme masyarakat. Hal ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Bogor, tetapi juga di kota-kota lain seperti DKI Jakarta,” kata Adi.
Lebih lanjut, Adi mengungkapkan bahwa KPUD Kabupaten Bogor memprediksi tingkat partisipasi pemilih tidak akan mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Target kita adalah 85 persen, tapi sepertinya tidak akan tercapai. Kami perkirakan tingkat partisipasi akan berada di kisaran 60 persen,” tambahnya. (Rifki Ramadhan)














