NARASITODAY.COM- Muhammad Arya (12), seorang anak pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, kini kembali menatap masa depan cerah setelah mendapat perhatian khusus dari Wakil Bupati Bogor terpilih, Ade Ruhandi, yang akrab disapa Jaro Ade.
Berkat perjuangan Jaro Ade, Arya kini kembali mengenakan seragam sekolah dan mengikuti ujian semester.
“Saya mendapatkan kabar bahwa Arya sedang mengikuti ujian semester dari orang tuanya,” ungkap Jaro Ade kepada wartawan, Kamis (5/12).
Jaro Ade mengaku tetap memantau perkembangan pendidikan Arya karena melihat pentingnya memberikan kesempatan bagi anak-anak seperti Arya untuk meraih pendidikan yang layak.
Menurutnya, Arya adalah gambaran nyata masih banyaknya anak-anak usia sekolah yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
“Arya ini adalah contoh bahwa program menekan angka putus sekolah tidak boleh sekadar wacana. Harus ada langkah konkret yang benar-benar dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan,” tegas Jaro Ade.
Jaro Ade menekankan perlunya pembentukan tim khusus untuk mendata anak-anak putus sekolah di Kabupaten Bogor, mulai dari tingkat SD hingga SMA.
Investigasi mendalam juga diperlukan untuk mengetahui alasan di balik kasus-kasus tersebut.
“Pemerintah juga harus menyediakan infrastruktur pendidikan yang memadai, seperti menambah sekolah negeri terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ujarnya.
Sebelumnya, Arya, yang tinggal di Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang, terpaksa berhenti sekolah karena kondisi ekonomi keluarganya yang sulit.
Ayahnya, Edi, dan ibunya, Ani, hanya bisa pasrah melihat Arya bekerja sebagai pemulung di TPA Galuga demi membantu kebutuhan keluarga.
Dengan penghasilan sekitar Rp 50 ribu per hari, Arya mengorbankan pendidikannya demi bertahan hidup.
Kondisi ini pertama kali diketahui oleh Jaro Ade yang kemudian berkolaborasi dengan anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil V, Aan Triana Al Muharom, untuk membujuk Arya kembali ke sekolah.
Setelah berbagai upaya, Arya akhirnya bersedia melanjutkan pendidikannya.
“Alhamdulillah, setelah dibujuk, Arya mau bersekolah lagi,” ujar Aan Triana melalui pesan singkatnya.
Langkah Jaro Ade menyelamatkan masa depan Arya menjadi inspirasi sekaligus pengingat bahwa pendidikan adalah hak setiap anak.
Ia berharap kasus Arya menjadi titik awal bagi pemerintah daerah untuk lebih serius menangani masalah anak putus sekolah.
Dengan Arya yang kini kembali duduk di bangku sekolah, Jaro Ade menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk bermimpi dan berjuang untuk masa depan yang lebih baik.
“Pendidikan adalah fondasi bangsa. Tidak boleh ada lagi anak-anak seperti Arya yang terpaksa meninggalkan sekolah demi bertahan hidup,” tutupnya.***














