Kepala Desa Cisarua Sesalkan Kurangnya Perhatian Pemkab Bogor terhadap Jalan Citumbuk

0

NARASITODAY.COM – Jalan Citumbuk menuju Legok Kiara, yang menjadi akses utama menuju SDN Parigi dan SMPN 1 Atap di Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, akhirnya diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat setelah lebih dari 13 tahun dalam kondisi rusak parah. Senin (9/12).

Ketidakjelasan status jalan yang disebut sebagai milik kabupaten membuatnya tidak tersentuh pembangunan.

Kepala Desa Cisarua, H. Ipit Idris, menyayangkan kurangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap jalan yang sangat penting bagi masyarakat dan pendidikan.

Ia menegaskan bahwa status jalan ini seharusnya jelas sebagai milik Kabupaten Bogor, mengingat pembangunan sebelumnya menggunakan dana APBD Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor

“Kami dari pemerintah desa tidak berani menggunakan anggaran APBDes, seperti Dana Desa atau Samisade, karena ini jalan kabupaten dan bukan kewenangan desa. Namun, karena kebutuhan masyarakat yang mendesak, kami bersama para RT dan RW memutuskan untuk melakukan perbaikan secara swadaya dengan dukungan donatur,” ujarnya.

Dia membeberkan bahwa Jalan tersebut bukan hanya jalur vital bagi pendidikan tetapi juga aktivitas ekonomi masyarakat.

Kerusakan yang sudah berlangsung lama ini telah menjadi kendala besar bagi warga, termasuk anak-anak yang harus melintasi jalan tersebut untuk bersekolah.

Baca Juga :  Perdana Digelar, Festival Film Kabupaten Bogor Menjadi Sarana Melahirkan Sineas Muda Berprestasi

“Kami berharap pemerintah Kabupaten Bogor segera memberi perhatian dan melanjutkan pembangunan jalan ini. Akses ini bukan hanya penting bagi warga Desa Cisarua, tetapi juga untuk mendukung sarana pendidikan yang lebih baik,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Pembangunan Jalan, Sudin Toha alias Bule, mengungkapkan bahwa proyek ini didukung oleh sumbangan masyarakat, pengusaha setempat, dan sejumlah donatur, termasuk perusahaan seperti Aneka Tambang (Antam) Pongkor.

Bantuan juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurodin Jaro Peloy, yang turut berkontribusi dalam penggalangan dana.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Wajib Bayar Royalti Lagu, Pemerintah Tegaskan Dalam Surat Edaran Terbaru

“Hingga saat ini, total dana yang terkumpul mencapai Rp70 juta. Selain itu, warga juga menyumbang material seperti pasir sebanyak 120 meter kubik dan batu beskos sebanyak 20 meter kubik. Hari pertama kerja bakti melibatkan sekitar 300 orang yang tetap semangat meskipun hujan turun,” ujarnya.

Para donatur lain yang turut membantu termasuk pemilik usaha kandang ayam, pengusaha galian cadas, serta masyarakat luas yang berkontribusi tenaga dan material.

“Kami berharap langkah ini menjadi awal dari perhatian pemerintah yang lebih besar untuk infrastruktur jalan rusak,” tukasnya.***