NARASITODAY.COM – Astra Honda Racing Team (AHRT) kembali mencetak sejarah dengan meraih enam gelar juara berturut-turut di Asia Road Racing Championship (ARRC), sebuah prestasi yang menunjukkan dominasi mereka di dunia balap motor Asia. Keberhasilan ini tidak lepas dari serangkaian strategi yang matang dan persiapan yang intensif, serta komitmen tinggi dari seluruh anggota tim.
Salah satu kunci utama keberhasilan AHRT adalah kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan cepat terhadap peraturan baru yang diterapkan oleh FIM Asia, termasuk pengurangan batas putaran mesin (RPM) yang memaksa tim untuk mengoptimalkan performa motor CBR250RR mereka.
Pelatih tim, serta pembalap muda berbakat seperti Herjun Atna Firdaus dan rekan-rekannya, menerapkan teknik balap yang cermat dan disiplin dalam menjaga posisi di grup depan sepanjang balapan.
Herjun, yang berhasil mencatatkan enam podium dalam 11 balapan musim ini, menunjukkan konsistensi luar biasa di tengah tekanan para pesaing. “Kami fokus pada strategi jangka panjang dan pengembangan motor agar tetap kompetitif,” ungkap Herjun dalam wawancara setelah balapan.Â
“Setiap balapan adalah kesempatan bagi kami untuk belajar dan memperbaiki diri.”tambahnya
Salah satu aspek penting dari strategi AHRT adalah analisis mendalam terhadap data balapan. Tim teknis mereka bekerja keras untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari setiap sesi latihan dan balapan, sehingga dapat membuat penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan performa motor dan strategi balap.
“Kami memiliki sistem yang sangat baik untuk menganalisis data, mulai dari kecepatan hingga pengaturan suspensi. Ini memungkinkan kami untuk membuat keputusan yang tepat sebelum setiap balapan,” jelas Herjun.
Selain itu, dukungan dari sponsor dan tim teknik yang handal juga berkontribusi besar terhadap kesuksesan tim. “Kami sangat beruntung memiliki dukungan penuh dari Honda dan sponsor lainnya. Ini memberi kami sumber daya yang diperlukan untuk melakukan pengembangan dan inovasi pada motor kami,” kata HerjunÂ
“Tanpa dukungan ini, sulit bagi kami untuk bersaing di level tinggi seperti ini.” tutupnya.***













