5 Gejala Penting yang Mengindikasikan Risiko Henti Jantung Saat Ada Nyeri Dada

0
Nyeri dada
Ilustrasi seorang wanita dengan tangan di dada. Foto : Istock

NARASITODAY.COM,JAKARTA – Nyeri dada sering kali dianggap sebagai keluhan ringan akibat kelelahan, asam lambung, atau nyeri otot. Namun, dalam beberapa kasus, nyeri dada dapat menjadi tanda awal kondisi serius yang berkaitan dengan gangguan jantung, termasuk risiko henti jantung. Mengenali gejala penyerta sedini mungkin dapat membantu seseorang memperoleh penanganan medis lebih cepat dan meningkatkan peluang keselamatan.

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa tidak semua nyeri dada berarti serangan jantung atau henti jantung. Akan tetapi, jika nyeri dada muncul bersamaan dengan sejumlah gejala tertentu, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan dan memerlukan evaluasi medis segera.

Berikut lima gejala penting yang patut diwaspadai saat nyeri dada terjadi.

1. Nyeri Dada Menjalar ke Lengan, Rahang, atau Punggung

Baca Juga :  5 Rempah Penting yang Harus Diketahui Penderita Diabetes untuk Mengontrol Gula Darah

Salah satu tanda yang sering dikaitkan dengan gangguan pada jantung adalah nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri, kedua lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung. Sensasi yang dirasakan dapat berupa tekanan, rasa berat, atau seperti tertindih benda. Gejala ini dapat mengindikasikan berkurangnya aliran darah ke otot jantung dan memerlukan penanganan segera.

2. Sesak Napas yang Muncul Bersamaan

Nyeri dada yang disertai sesak napas menjadi kombinasi gejala yang perlu mendapat perhatian khusus. Penderita dapat merasa kesulitan bernapas, napas menjadi pendek, atau terengah-engah meski tidak melakukan aktivitas berat. Kondisi ini dapat menunjukkan bahwa jantung tidak mampu memompa darah secara optimal atau terjadi gangguan pada sistem kardiovaskular.

3. Keringat Dingin dan Tubuh Terasa Sangat Lemas

Baca Juga :  Musim Hujan Tiba! Berikut 5 Tips Jaga Kesehatan Menjelang Perayaan Nataru

Keringat dingin yang muncul secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, terutama jika disertai tubuh terasa sangat lemas, dapat menjadi sinyal adanya keadaan darurat jantung. Gejala ini sering muncul bersamaan dengan rasa tidak nyaman di dada dan sebaiknya tidak dianggap sebagai kelelahan biasa.

4. Pusing hingga Hampir Pingsan

Penurunan aliran darah ke otak akibat gangguan fungsi jantung dapat menyebabkan pusing, kepala terasa ringan, hingga hampir pingsan atau kehilangan kesadaran. Jika gejala ini muncul bersamaan dengan nyeri dada, segera cari pertolongan medis karena dapat menjadi tanda kondisi yang mengancam jiwa.

5. Jantung Berdebar Tidak Teratur

Detak jantung yang terasa sangat cepat, lambat, atau tidak beraturan saat mengalami nyeri dada juga perlu diwaspadai. Gangguan irama jantung dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk henti jantung, terutama bila disertai gejala lain seperti sesak napas atau penurunan kesadaran.

Baca Juga :  Orang Gemuk Belum Tentu Kena Serangan Jantung, Ini Penjelasan Dokter

Jangan Tunda Mencari Pertolongan Medis

Apabila nyeri dada berlangsung selama beberapa menit, semakin berat, atau disertai satu atau lebih gejala di atas, segera hubungi layanan darurat atau menuju fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan yang cepat sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi serius dan meningkatkan peluang pemulihan.

Menjaga kesehatan jantung melalui pola makan seimbang, rutin berolahraga, tidak merokok, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit jantung di kemudian hari. Mengenali tanda-tanda peringatan sejak dini dapat menjadi langkah awal dalam menyelamatkan nyawa.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com