NARASITODAY.COM, JAKARTA – Berat badan berlebih kerap dikaitkan dengan risiko serangan jantung yang lebih tinggi.
Penyakit jantung memang berhubungan dengan sejumlah faktor risiko seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol, hingga obesitas. Namun, menurut spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Yislam Aljaidi, SpJP, FIHA, risiko serangan jantung tidak semata-mata ditentukan oleh kondisi fisik yang tampak. Artinya, orang dengan berat badan berlebih belum tentu pasti mengalami serangan jantung.
Ia menjelaskan bahwa faktor risiko tidak harus muncul lengkap untuk memicu serangan jantung. Sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki faktor risiko klasik pun tetap berpeluang mengalaminya karena respons tubuh tiap individu berbeda.
“Tidak semua faktor risiko harus ada untuk terjadi serangan jantung. Begitu juga orang yang tidak punya faktor risiko belum tentu sepenuhnya aman. Respons tubuh setiap orang tidak sama,” ujar dr. Yislam di Cibubur, seperti dikutip dari detikcom.
Ia menambahkan, ada kemungkinan seseorang yang tidak merokok, memiliki kadar LDL normal, serta tekanan darah stabil tetap mengalami serangan jantung. Faktor keturunan bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa individu dengan riwayat hipertensi, diabetes, dan sindrom metabolik memiliki peluang lebih besar terkena serangan jantung. Sindrom metabolik sendiri merupakan kombinasi beberapa kondisi, seperti penumpukan lemak di perut, tekanan darah tinggi, gula darah meningkat, trigliserida tinggi, serta kadar kolesterol HDL rendah yang terjadi bersamaan.
Dr. Yislam juga mengungkapkan, tidak sedikit pasien yang tampak sehat dari luar, tetapi saat menjalani pemeriksaan lebih lanjut justru ditemukan penyumbatan parah pada pembuluh darah. Dalam beberapa kasus, pasien bahkan harus menjalani operasi bypass karena pemasangan ring tidak lagi memungkinkan.
Karena itu, ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin agar gangguan jantung dapat terdeteksi lebih dini.
Ia mencontohkan, pernah menangani pasien dengan hasil EKG dan fungsi pompa jantung yang terlihat normal, tetapi sering mengeluhkan nyeri dada. Setelah dilakukan CT scan, ternyata seluruh pembuluh darah jantungnya mengalami penyumbatan berat dan harus segera dioperasi. (MG5)
Editor : Nathania
Sumber : insertlive.com














