
NARASITODAY.COM,JAKARTA – Munculnya uban sering dikaitkan dengan proses penuaan alami. Seiring bertambahnya usia, produksi melanin atau pigmen yang memberi warna pada rambut akan berkurang sehingga rambut berubah menjadi abu-abu atau putih. Namun, pada sebagian orang, uban dapat muncul lebih cepat atau terjadi secara tiba-tiba.
Meski faktor genetik menjadi salah satu penyebab utama uban dini, kemunculannya juga bisa dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tertentu. Oleh karena itu, perubahan warna rambut yang terjadi lebih cepat dari biasanya tidak sebaiknya diabaikan, terutama jika disertai gejala lain yang mengganggu.
Berikut lima hambatan kesehatan yang dapat berkaitan dengan munculnya uban secara dini.
- Kekurangan vitamin dan mineral
Tubuh membutuhkan berbagai nutrisi untuk menjaga kesehatan rambut, termasuk vitamin B12, vitamin D, zat besi, tembaga, dan asam folat. Kekurangan nutrisi tersebut dapat memengaruhi fungsi sel pembentuk pigmen rambut sehingga meningkatkan risiko munculnya uban lebih awal.
- Gangguan pada kelenjar tiroid
Masalah pada kelenjar tiroid, baik hipotiroidisme maupun hipertiroidisme, dapat memengaruhi pertumbuhan dan kualitas rambut. Selain menyebabkan rambut menjadi kering, tipis, atau mudah rontok, gangguan tiroid juga diduga dapat mempercepat perubahan warna rambut pada sebagian orang.
- Penyakit autoimun
Beberapa penyakit autoimun dapat menyerang sel-sel tubuh yang sehat, termasuk sel yang berperan dalam pembentukan pigmen rambut. Kondisi seperti alopecia areata atau vitiligo dapat memengaruhi warna maupun pertumbuhan rambut, sehingga sebagian rambut tampak memutih lebih cepat.
- Stres berkepanjangan
Stres yang berlangsung dalam waktu lama dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan rambut. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa stres kronis berpotensi mengganggu aktivitas sel punca yang berperan dalam regenerasi pigmen rambut. Meski bukan satu-satunya penyebab, stres dapat menjadi faktor yang mempercepat munculnya uban pada sebagian orang.
- Kebiasaan merokok
Merokok tidak hanya berdampak pada kesehatan jantung dan paru-paru, tetapi juga dapat meningkatkan stres oksidatif di dalam tubuh. Kondisi tersebut berpotensi merusak sel-sel yang menghasilkan melanin sehingga dikaitkan dengan risiko uban dini yang lebih tinggi dibandingkan pada orang yang tidak merokok.
Para ahli menekankan bahwa kemunculan uban tidak selalu menandakan adanya penyakit serius. Pada banyak kasus, perubahan warna rambut merupakan bagian dari proses biologis yang normal atau dipengaruhi faktor keturunan.
Namun, apabila uban muncul pada usia yang relatif muda disertai keluhan lain seperti kelelahan berlebihan, rambut rontok parah, perubahan berat badan, atau gangguan kesehatan lainnya, pemeriksaan ke tenaga medis dapat membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya.
Menjaga pola makan bergizi seimbang, mengelola stres, menghindari kebiasaan merokok, serta menjalani gaya hidup sehat dapat mendukung kesehatan rambut secara keseluruhan.
Jika terdapat kekhawatiran terkait perubahan warna rambut yang terjadi secara mendadak, konsultasi dengan dokter merupakan langkah yang tepat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang sesuai.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com













