Badai Tropis Maysak Hantam Hainan, Penerbangan hingga Kereta Cepat Lumpuh

0
Badai Tropis Maysak
Ilustrassi cuaca buru yang terlihat dari wan yang hitam.Foto : Istock

NARASITODAT.COM, HAINAN – Badai Tropis Maysak menerjang Provinsi Hainan, China selatan, pada Jumat (3/7/2026), memicu gangguan besar terhadap transportasi udara, darat, dan laut. Pemerintah setempat juga meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman banjir dan hujan ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Pusat Meteorologi Nasional China melaporkan Maysak mencapai daratan di pesisir barat daya Hainan sekitar pukul 18.20 waktu setempat. Saat mendarat, badai membawa kecepatan angin maksimum hingga 23 meter per detik atau sekitar 83 kilometer per jam.

Selain Hainan, dampak badai diperkirakan meluas ke sejumlah wilayah lain, termasuk Provinsi Guangdong, Guizhou, Hunan, serta Daerah Otonomi Guangxi. Wilayah-wilayah tersebut diprediksi mengalami hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor.

Baca Juga :  Jepang Hancurkan Bahrain 5-0, Timnas Indonesia Naik ke Posisi 2 Klasemen Grup C

Di beberapa daerah di Hainan, curah hujan bahkan diperkirakan mencapai 350 milimeter dalam waktu 24 jam. Intensitas hujan tersebut meningkatkan risiko meluapnya sungai, genangan di kawasan perkotaan, hingga gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

Cuaca ekstrem langsung berdampak pada sektor transportasi. Bandara Internasional Sanya Phoenix menghentikan seluruh aktivitas lepas landas dan pendaratan mulai pukul 17.00 waktu setempat. Hingga pukul 11.30, sedikitnya 92 penerbangan telah dibatalkan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca yang memburuk.

Baca Juga :  Perekonomian Indonesia Tetap Kuat di Tengah Guncangan Global, Menteri Keuangan Yakin Pertumbuhan Berlanjut

Gangguan juga terjadi pada layanan transportasi darat. Seluruh operasional kereta cepat yang mengelilingi Pulau Hainan dihentikan sementara demi menjaga keselamatan penumpang di tengah terpaan angin kencang dan hujan deras.

Sementara itu, layanan feri penumpang yang melintasi Selat Qiongzhou telah dihentikan sejak pukul 02.00 dini hari. Otoritas memperkirakan penyeberangan baru dapat kembali beroperasi dalam satu hingga dua hari ke depan, bergantung pada perkembangan kondisi cuaca.

Baca Juga :  Pembatalan Penerbangan Meluas, Trump Minta Pengontrol Lalu Lintas Udara Kembali Bekerja

Di tengah situasi tersebut, pemerintah daerah memperketat langkah mitigasi bencana dengan meningkatkan pemantauan di wilayah rawan banjir serta mempercepat proses evakuasi warga yang tinggal di daerah berisiko tinggi.

Otoritas setempat menilai upaya pencegahan banjir menjadi tantangan yang semakin kompleks seiring potensi hujan ekstrem yang dibawa Badai Tropis Maysak. Warga juga diminta tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan menghindari aktivitas di kawasan pesisir maupun daerah yang berpotensi terdampak banjir serta longsor hingga kondisi cuaca kembali membaik.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id