Arab Saudi Tangkap 130 Tersangka Korupsi dalam Operasi Besar-besaran Sepanjang Juni

0
Arab Saudi
Ilustrasi tangan pria yang sedang diborgol. Foto : Istock

NARASITODAY.COM,RIYADH – Pemerintah Arab Saudi kian agresif dalam membersihkan sistem pemerintahannya dari praktik rasuah. Badan Anti-Korupsi Arab Saudi, yang dikenal sebagai Nazaha, mengumumkan telah membekuk 130 orang yang terdiri dari warga negara Saudi dan warga asing sepanjang bulan Juni 2026.

Melansir laporan Saudi Gazette, Jumat (3/7/2026), operasi tangkap tangan (OTT) skala besar ini secara khusus membidik oknum-oknum yang berada di dalam tubuh instansi penting pemerintah.

Sebelum penangkapan dilakukan, Nazaha telah bergerak senyap sepanjang bulan lalu dengan menggelar 1.585 inspeksi pengawasan ketat dan memeriksa 385 orang yang dicurigai.

Menggurita di Lini Kementerian Vital

Baca Juga :  Cawabup Ade Ruhandi Sungkem ke Ibunda Sebelum Mencoblos di Pilkada Bogor

Dari operasi ini terlihat dari bagaimana gurita korupsi ternyata menyusup ke pos-pos kementerian strategis yang mengelola keamanan, kesehatan, hingga urusan keagamaan negara.

Nazaha tidak pandang bulu dalam menyisir para pelanggar hukum, mulai dari pejabat tinggi hingga staf administrasi di lima kementerian utama:

“Mereka yang ditangkap terdiri dari pegawai yang bekerja di sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Urusan Kota dan Perumahan, serta Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan,” tegas lembaga yang kerap dijuluki “KPK” Arab Saudi tersebut.

Meskipun sebagian besar tersangka saat ini mendekam di sel tahanan, Nazaha mengungkapkan bahwa beberapa di antaranya telah dibebaskan dengan jaminan, sembari proses hukum tetap bergulir di belakang layar.

Baca Juga :  Arab Saudi Ganti Kiswah Ka'bah Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Berdasarkan hasil investigasi awal, modus yang digunakan oleh para tersangka berpusat pada pemanfaatan wewenang demi memperkaya diri sendiri, sebuah tindakan yang dinilai mencederai agenda reformasi besar-besaran Arab Saudi.

“Para tersangka diduga terlibat dalam berbagai tindak pidana, antara lain suap dan penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi. Seluruh berkas perkara saat ini tengah dirampungkan sebelum dilimpahkan ke pengadilan yang berwenang,” tambah perwakilan Nazaha.

Pihak otoritas menyadari bahwa kamera pengawas dan inspeksi internal tidak akan pernah cukup untuk membersihkan negara tanpa adanya bantuan dari masyarakat luas.

Baca Juga :  Dijamin Berhasil! 5 Cara Memotivasi Anak untuk Meningkatkan Semangat Belajar!

Oleh karena itu, di samping tindakan represif, Nazaha kini gencar mengetuk pintu kesadaran warga sipil untuk ikut menjadi mata dan telinga negara. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk penyelewengan, baik yang berkaitan dengan uang negara maupun penyalahgunaan wewenang administrasi, melalui saluran resmi yang aman.

“Partisipasi publik merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga integritas pemerintahan, meningkatkan transparansi, serta melindungi aset dan keuangan negara dari praktik korupsi,” pungkasnya.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id