Kabar Baik dari Meja Makan Dunia: Harga Pangan Global Mulai Melandai pada Juni 2026

0
global
Ilustrasi Kelompok makanan yang kaya akan karbohidrat baik dan serat pangan.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, ROMA – Kabar segar datang bagi konsumen global di tengah ketidakpastian ekonomi. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) melaporkan bahwa indeks harga pangan dunia mengalami sedikit penurunan pada bulan Juni 2026.

Melansir laporan Reuters, Jumat (3/7/2026), Indeks Harga Pangan FAO yang melacak perubahan bulanan dalam sekeranjang komoditas pangan yang diperdagangkan secara internasional berada di angka rata-rata 130,3 poin pada Juni. Angka ini mengalami penurunan tipis dibandingkan perolehan bulan Mei yang sempat menyentuh 130,8 poin.

Tarik-Ulur Komoditas: Gula Turun, Minyak Nabati Naik

Melandainya indeks pangan bulan ini merupakan hasil “tarik-ulur” pasar. Penurunan harga di beberapa sektor utama berhasil meredam gejolak di sektor lainnya.

Baca Juga :  Harga Air Minum Kemasan Galon di Jakarta Naik Akibat Gangguan Pasokan Plastik dari Konflik Timur Tengah

Faktor utama yang memicu penurunan ini adalah melimpahnya pasokan di tiga sektor krusial, yang berhasil menutup dampak kenaikan di sektor lainnya:

  • Sektor yang Mengalami Penurunan: Gula, sereal, dan produk susu (dairy products). Penurunan di tiga sektor ini menjadi motor utama melandainya indeks global.
  • Sektor yang Mengalami Kenaikan: Minyak nabati dan daging. Kedua komoditas ini masih menunjukkan tren penguatan harga, namun belum cukup kuat untuk mengerek indeks keseluruhan.

Menjauh dari Rekor Krisis 2022

Jika ditarik garis ke belakang, pergerakan harga pangan dunia tahun ini memang cukup fluktuatif. Indeks pangan sempat merosot pada Mei setelah mencapai level tertinggi dalam tiga tahun pada April lalu sebuah lonjakan yang dipicu oleh konflik Iran yang mengganggu stabilitas dan meroketkan harga minyak nabati.

Baca Juga :  Pemkab Bogor dan Forkopimda Matangkan Rencana Amankan Natal dan Tahun Baru di Wilayah Kabupaten Bogor

Meski angka bulan Juni ini tercatat 1,7% lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, laporan FAO menunjukkan bahwa situasi pasar saat ini jauh lebih terkendali dibandingkan masa-masa awal krisis geopolitik Eropa.

“Angka bulan Juni 1,7% lebih tinggi dari tahun sebelumnya tetapi 18,7% lebih rendah dari puncak rekornya pada Maret 2022 setelah invasi skala penuh Rusia ke Ukraina,” tulis pernyataan resmi FAO.

Baca Juga :  Iran Minta Maaf ke Tetangga, Tegas Tak Akan Menyerah pada AS dan Israel

Penurunan hampir 19% dari rekor tertinggi empat tahun lalu tersebut setidaknya memberikan embusan angin segar bagi ketahanan pangan global, menandakan bahwa rantai pasok dunia perlahan mulai beradaptasi di tengah berbagai tekanan geopolitik.

Perbandingan Rapor Indeks Harga Pangan FAO

Periode Angka Indeks (Poin) Status / Catatan
Maret 2022 Puncak Rekor Tertinggi Dipicu oleh pecahnya perang Rusia-Ukraina.
April 2026 Level Tertinggi 3 Tahun Dipicu lonjakan minyak nabati akibat konflik Iran.
Mei 2026 130,8 Mulai mengalami penurunan awal.
Juni 2026 130,3 Turun tipis berkat penurunan harga sereal dan gula.

 

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id