NARASITODAY.COM, MOSKOW – Pemerintah Rusia secara terbuka membuka kesempatan bagi warga sipil untuk bergabung sebagai operator pesawat nirawak (drone). Langkah ini diambil guna memperkuat benteng pertahanan udara di atas langit ibu kota Moskow yang belakangan kian rawan serangan.
Uniknya, lowongan kerja ini sama sekali tidak mensyaratkan pengalaman kerja sebelumnya di bidang penerbangan atau militer. Berdasarkan pantauan, iklan tersebut dipasang secara daring melalui HeadHunter, situs pencarian kerja terbesar di Rusia.
Para kandidat yang lolos nantinya akan direkrut untuk bergabung dengan unit sukarelawan Combat Army Reserve Force. Unit ini mengemban misi khusus menjaga keamanan ibu kota dengan memanfaatkan teknologi modern dan sistem pengawasan canggih.
Membidik Pemuda Berbakat Teknis
Dalam deskripsi pekerjaan yang tercantum di situs tersebut, pihak perekrut menjanjikan pengalaman langsung berinteraksi dengan teknologi militer mutakhir.
“Anda akan bekerja dengan peralatan berteknologi tinggi yang dirancang untuk melindungi lingkungan perkotaan,” tulis deskripsi pekerjaan tersebut.
Tugas harian yang akan diemban oleh para operator baru ini meliputi:
- Melakukan persiapan teknis sebelum penerbangan (pre-flight checks).
- Mengoperasikan unit drone di lapangan.
- Menjalankan misi pengintaian strategis.
- “Melakukan penerbangan untuk mengumpulkan data, baik pada siang maupun malam hari.”
Pihak penyelenggara menekankan bahwa persyaratan yang dibutuhkan relatif sederhana. Pelamar hanya diwajibkan memiliki kemampuan teknis dasar serta kemauan yang kuat untuk mengembangkan keahlian mereka di bidang tersebut.
Gaji di Bawah Rata-Rata Moskow, Namun Diklaim Solid
Meski menawarkan kesempatan langka memegang teknologi canggih, kompensasi finansial yang ditawarkan dinilai kurang kompetitif untuk ukuran kota besar. Operator drone baru ini dijanjikan gaji mulai dari 150.000 rubel (sekitar US$1.950) per bulan. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata pendapatan bulanan warga Moskow yang umumnya sudah melampaui 200.000 rubel.
Walau demikian, ulasan internal dari lingkungan kerja tersebut diklaim cukup positif. Dalam kolom ulasan perusahaan di situs lowongan kerja, seorang pengguna dengan nama akun “Lead Inspector” memberikan testimoni yang menjanjikan:
“Tim yang sangat solid dan kompak. Tersedia banyak peluang untuk berkembang, budaya kerja yang positif, kesempatan memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat, serta dukungan dari manajemen. Gaji didasarkan pada kinerja sehingga Anda dapat meningkatkan penghasilan,” tulisnya.
Hingga saat ini, kantor berita Reuters menyatakan tidak dapat memastikan kapan lowongan tersebut pertama kali dipublikasikan secara resmi. Namun, catatan digital menunjukkan iklan tersebut terakhir kali diperbarui pada 1 Juli.
Imbas Hujan Drone Ukraina yang Kian Intens
Perekrutan massal warga sipil ini tidak lepas dari situasi geopolitik yang kian memanas. Sepanjang bulan Juni lalu, Ukraina dilaporkan meningkatkan intensitas serangan pesawat nirawak secara masif ke jantung ibu kota Rusia.
Bahkan, terjadi dua serangan beruntun dalam rentang waktu tiga hari saja yang menyasar sebuah kilang minyak besar di dalam kawasan jalan lingkar Moskow. Pemerintah Rusia sendiri sebelumnya telah menegaskan bahwa mereka tengah mengambil berbagai langkah taktis untuk memperkuat sistem perisai udara mereka dari ancaman berlapis ini.
Di sisi lain, tensi perang terus menanjak tajam. Pada pekan ini, Rusia gantian meluncurkan serangan udara paling mematikan sepanjang tahun ke Kyiv. Serangan brutal tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 30 orang, mempertegas bahwa eskalasi konflik kedua negara masih jauh dari kata mereda.***
Editor : Alysa
Sumber : kontan.co.id














