NARASITODAY.COM – Anggota komisi IV DPRD Jawa Barat, Samsul Hidayat menysoroti puluhan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar tidak produktif mengelola sejumlah usaha di berbagai bidang.
Diketahui saat ini Pemprov Jabar memiliki perusahaan 41 BUMD. sebagian besar masih belum produktif dalam memberikan laba bersih atau dividen.
Samsul Hidayat juga menilai puluhan BUMD tersebut tidak efektif menjalankan usaha yang diberikan modal oleh Pemprov Jabar.
“Provinsi Jabar ada 41 Perusahaan BUMD tetapi yang memberikan deviden hanya 2, yang lain kemana?,”kata Samsul Hidayat, Kamis (19/12/2024).
Menurutnya, BUMD tersebut sudah seharusnya dievaluasi secara total lantaran menguras segala biaya yang dikeluarkan Pemprov, bahkan jika tidak ada perubahan lebih baik ditutup total.
“Yang lain evaluasi jika perlu tutup saja karena operasional BUMD ini sangat tinggi dan jika tidak berubah tutup saja selesaikan segera,”kata dia.
Dia menyebut lebih baik Pemprov Jabar Memberikan modal lebih terhadap Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati (BIJBT) yang saat ini dinilai belum optimal operasionalnya.
“Lebih baik berikan modal bandara Kertajati, lebih jelas itu transportasi internasional dan jika perlu dikelola yang memiliki hubungan internasional juga,”katanya.
Samsul menambahkan, saat ini Pemprov Jabar pada tahun 2025 mengalami penurunan anggaran.
“Sekarang APBD susut dampak pembangunan sarpras turun. Sekarang terkait sarpra paling hanya bisa perawatan saja,”pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel














