Hakim Brasil Minta Lagu Adele ‘Million Years Ago’ Dihapus, Dituding Menjiplak Karya Komposer Lokal

0
Ilustrasi Adele

NARASITODAY.COM Lagu “Million Years Ago” milik Adele kini terancam ditarik dari peredaran setelah seorang hakim Brasil memutuskan bahwa lagu tersebut menjiplak karya komposer lokal, Toninho Geraes.

Pengadilan di Rio de Janeiro mengeluarkan perintah pada Jumat (13/12) untuk menghentikan semua aktivitas terkait lagu tersebut, termasuk penggunaan, distribusi, dan streaming baik secara fisik maupun digital. Hakim Victor Torres menyatakan bahwa tuduhan plagiarisme ini cukup serius sehingga perlu ada tindakan tegas untuk melindungi hak cipta.

Toninho Geraes, yang dikenal sebagai salah satu komposer terkemuka di Brasil, menuduh bahwa “Million Years Ago,” yang dirilis dalam album Adele pada tahun 2015, memiliki kemiripan yang mencolok dengan lagunya yang berjudul “Mulheres,” yang pertama kali dinyanyikan oleh Martinho da Vila pada tahun 1995.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Beri Perhatiaan Para Petugas Lapangan Yang Berdedikasi Melayani Masyarakat

Dalam tuntutannya, Geraes meminta royalti sebesar USD 160.000 (sekitar Rp 2,57 miliar) dan kredit penulisan lagu untuk dirinya dalam karya Adele. “Ini adalah tonggak sejarah bagi musik Brasil,” ujar Fredimio Trotta, pengacara Geraes, menekankan pentingnya pengakuan terhadap karya-karya musik lokal yang sering kali terabaikan.

Trotta menjelaskan lebih lanjut dalam sebuah wawancara eksklusif, “Kami tidak ingin ini hanya menjadi sekadar tuduhan. Kami ingin agar hak-hak Toninho diakui dan dihormati. Kami percaya bahwa setiap komposer berhak mendapatkan pengakuan atas karya mereka.” Dia juga menambahkan bahwa kasus ini bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang keadilan dan pengakuan terhadap kontribusi budaya Brasil dalam industri musik global.

Baca Juga :  Kongres Mahasiswa UI Resmi Copot Verrel Uziel dari Jabatan Ketua BEM UI

Jika pihak Adele dan labelnya, Sony serta Universal Music, tidak mematuhi perintah tersebut, mereka terancam denda sebesar USD 8.000 (sekitar Rp 128 juta) untuk setiap pelanggaran.

Trotta menekankan bahwa keputusan ini seharusnya menjadi peringatan bagi industri musik internasional untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan elemen musik Brasil tanpa izin. “Kami berharap ini bisa menjadi titik balik bagi kesadaran akan pentingnya menghargai karya-karya lokal,” tegasnya.

Sementara itu, pihak Sony Brasil dan Universal Music belum memberikan komentar resmi mengenai keputusan ini. Namun, sumber dari industri musik menyatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan langkah-langkah hukum selanjutnya.

Dalam wawancara terpisah, seorang jurnalis musik Brasil, Ana Paula Ribeiro, mengatakan, “Kasus ini menarik perhatian banyak orang karena melibatkan salah satu artis terbesar di dunia. Ini bisa menjadi preseden penting dalam bagaimana hak cipta diperlakukan di era digital.”

Baca Juga :  ANTV Ikuti Jejak NET TV, PHK Massal Dikhawatirkan Akibat Tekanan Industri Televisi

Kasus ini juga menarik perhatian publik karena sebelumnya Adele pernah dituduh melakukan plagiarisme oleh penggemar musik Turki terkait lagu yang sama. Dengan adanya keputusan ini, banyak yang mempertanyakan bagaimana industri musik akan merespons dan mengatasi isu plagiarisme di era digital saat ini.

Apakah Adele akan mengajukan banding terhadap keputusan ini atau akan ada langkah lain dari pihaknya masih menjadi tanda tanya besar di kalangan penggemar dan pengamat musik.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel