
NARASITODAY.COM, BANGKOK – Minggu malam yang semestinya dipenuhi musik dan tawa di kawasan Chatuchak, Bangkok, berubah menjadi malam kelam penuh jeritan. Sebuah ledakan hebat yang disusul kebakaran dahsyat melanda sebuah pub populer pada Minggu (12/7/2026) malam waktu setempat, merenggut sedikitnya 27 nyawa dan melukai 63 orang lainnya.
Insiden mematikan ini langsung tercatat sebagai salah satu tragedi tempat hiburan paling kelam di Thailand dalam beberapa tahun terakhir. Sisa-sisa kegembiraan malam itu menyusut menjadi deretan kantong jenazah yang berjejer di luar bangunan, di bawah pendar lampu ambulans yang tak henti meraung hingga Senin dini hari.
Terjebak dalam Gelap Tanpa Jalur Evakuasi
Ketika api mulai berkobar, kepanikan massal tidak terhindarkan. Berdasarkan kesaksian mengerikan dari para penyintas, asap tebal beracun dengan sangat cepat mengepung seisi ruangan.
Dalam kondisi gelap gulita dan megap-megap kehabisan oksigen, ratusan pengunjung yang panik mencoba menyelamatkan diri dengan berlari ke arah belakang pub, tepatnya di sekitar area toilet.
Namun, keputusan itu justru menjadi perangkap maut. Di area tersebut, tidak tersedia satu pun jalur evakuasi darurat.
Direktur Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Pemerintah Metropolitan Bangkok, Suriyachai Rawiwan, mengonfirmasi bahwa saat petugas pemadam kebakaran tiba, amukan si jago merah telah melalap sebagian besar struktur bangunan.
“Sebanyak 63 korban luka telah menjalani perawatan di rumah sakit. Jumlah korban jiwa sementara mencapai 27 orang,” kata Suriyachai Rawiwan memastikan data terkini dari lapangan.
Duka mendalam juga dirasakan oleh para pengisi acara malam itu. Salah seorang personel band yang sedang beraksi di atas panggung menceritakan detik-detik mencekam sebelum maut menjemput para pengunjung.
Ia mengenang bagaimana suasana ceria mendadak sirna ketika aliran listrik di dalam pub tiba-tiba terputus total. Hanya dalam hitungan detik, kepulan asap pekat menyergap, disusul oleh dentuman ledakan besar yang memicu kobaran api dari arah depan panggung.
“Setelah ledakan, saya tidak melihat orang-orang sempat berlari. Kebanyakan sudah tergeletak di lantai sambil meminta tolong,” ungkap musisi tersebut dengan nada bergetar kepada media lokal.
Musisi itu termasuk salah satu yang beruntung. Posisi panggungnya hanya berjarak sekitar lima meter dari pintu keluar utama, memungkinkannya lolos dari maut meskipun harus menerobos pekatnya asap yang menyesakkan dada.
Investigasi Ketat Dimulai
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menegaskan bahwa seluruh tim penyelamat telah dikerahkan secara maksimal untuk mengevakuasi korban dan memastikan para korban luka mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan di depan panggung tersebut masih diselidiki secara ketat oleh pihak kepolisian. Di lokasi kejadian, petugas forensik terus bekerja di antara puing-puing bangunan yang telah hangus menghitam, mencoba mengumpulkan barang bukti dan mengidentifikasi para korban yang terjebak di malam nahas tersebut.***
Editor : Alysa
Sumber : kontan.co.id













