NARASITODAY.COM – Irwan Prasetyo seorang TikToker dan komika yang dikenal dengan humornya yang tajam, kini tengah menjadi sorotan publik setelah mengunggah video yang menggunakan potongan pernyataan Tom Lembong untuk mendukung wacana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen.
Dalam video tersebut, Irwan berargumen bahwa peningkatan PPN akan membantu pembangunan infrastruktur di Indonesia, sebuah klaim yang dikategorikan sebagai promosi resmi oleh pemerintah.
Namun, tindakan ini menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, termasuk komika Yudha Keling, yang mempertanyakan keabsahan argumen yang disampaikan Irwan.
Yudha Keling mengekspresikan kekesalannya melalui media sosial, menyatakan bahwa penggunaan video Tom Lembong dalam konteks yang berbeda sangat menyesatkan. “Irwan mengambil potongan video yang tidak relevan untuk mendukung argumennya, padahal Tom sedang membahas hal lain,” ungkap Yudha.
Ia juga menyoroti kejanggalan dalam opini Irwan yang dinilai tidak konsisten dan tidak relevan dengan isu pajak yang sedang dibahas. Komentar Yudha ini memicu reaksi dari netizen, yang juga mempertanyakan kredibilitas Irwan sebagai seorang buzzer dalam mendukung kebijakan pemerintah.
Netizens pun turut bereaksi atas postingan Irwan, dengan beberapa orang menyerukan klarifikasi lebih lanjut terkait isi video tersebut. Beberapa komentar yang muncul di kolom komentar Instagram milik Irwan antara lain
@netizen123 “Bagaimana bisa kamu gunakan video Tom Lembong begitu seenaknya? Ini bukanlah cara yang benar untuk mendukung suatu kebijakan.”
@kritikus “Argumenmu tidak kuat, Irwan. Kamu hanya mencari popularitas dengan cara yang tidak sopan.”
@pendapatku “Sebenarnya aku setuju dengan pendapatmu tentang infrastruktur, tapi caranya ya…”
@tolol “Ayo Irwan, jangan main-main dengan topik yang sensitif kayak ini.”
Komunikator digital @media_savvy juga mengulas kasus ini dengan nada kritis, menyatakan bahwa tindakan Irwan merupakan bentuk manipulasi informasi yang tidak pantas. “Manipulasi informasi sudah cukup umum di era digital ini, tapi ini masih terlalu jauh untuk dipercaya,” tulisnya.
kontroversi ini menunjukkan betapa kompleksnya komunikasi politik di zaman modern, di mana setiap perkataan dan aksi dapat dipublikasikan dan dieksekusi dengan cepat.
Penilaian publik terhadap keputusan Irwan ini juga menunjukkan bahwa integritas dan transparansi dalam penyampaian informasi masih sangat penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel














