NARASITODAY.COM – Manchester United mengakhiri tahun 2024 dengan catatan yang sangat mengecewakan, mencatatkan perolehan poin terendah dalam sejarah klub setelah hanya mampu mengumpulkan 22 poin dari 19 pertandingan di Liga Inggris.
Penurunan performa yang drastis ini membuat mereka terjebak di peringkat 14 klasemen, menjadikan musim ini sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah panjang klub yang dikenal sebagai Setan Merah.
Setelah kekalahan terbaru dari Newcastle United dengan skor 0-2, banyak pengamat dan legenda klub seperti Gary Neville menyatakan bahwa tim asuhan Ruben Amorim telah menjadi “klub terburuk di Inggris.”
Statistik menunjukkan bahwa Manchester United kebobolan 18 gol sepanjang bulan Desember, angka tertinggi yang mereka catat dalam satu bulan sejak Maret 1964. Selain itu, tim ini juga mengalami enam kekalahan berturut-turut di liga, sebuah rekor yang sangat memprihatinkan bagi klub dengan sejarah kaya prestasi.
Kondisi ini semakin diperparah oleh ketidakpastian di lini depan, di mana para penyerang gagal menunjukkan ketajaman mereka, serta masalah cedera yang terus menghantui skuad. Dengan situasi ini, ancaman degradasi semakin nyata, dan banyak pihak mulai mempertanyakan masa depan manajemen serta strategi tim ke depannya.
Pelatih Ruben Amorim menghadapi tekanan besar untuk segera memperbaiki performa tim menjelang paruh kedua musim, sementara para suporter mulai kehilangan harapan dan menuntut perubahan signifikan agar klub kembali ke jalur kemenangan.
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Amorim mengakui bahwa hasil buruk ini sangat mengecewakan dan berjanji untuk melakukan evaluasi mendalam guna memperbaiki situasi.
“Kami harus segera menemukan solusi dan bekerja keras untuk membalikkan keadaan. Kami tidak bisa terus-menerus berada dalam posisi ini,” ujarnya dengan nada serius. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel














