Belum Dilantik, Farhan Dihujani Tawaran Suap Rp3 Miliar Demi Proyek di Bandung!

0
Ilustrasi Farhan

NARASITODAY.COM Muhammad Farhan calon Wali Kota Bandung yang belum resmi dilantik, baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia telah mendapatkan tawaran suap sebesar Rp3 miliar dari seorang pengusaha yang ingin memenangkan proyek di kota tersebut.

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Pandji Pragiwaksono pada 1 Januari 2025, Farhan menjelaskan bahwa tawaran tersebut datang setelah pengusaha itu mendekatinya dan menyatakan minat untuk mendapatkan proyek tertentu.

“Beberapa hari yang lalu, ada seorang pengusaha datang kepada saya dan mengatakan, ‘Pak, saya mau proyek yang ini’,” ungkap Farhan.

Baca Juga :  Dukungan Industri dan Pengamat Hukum untuk KPK dalam Penindakan Korupsi Sektor Cukai

Meskipun ia mengenal pengusaha tersebut sebagai orang yang memiliki catatan baik dalam menyelesaikan proyek, Farhan terkejut ketika perwakilan pengusaha tersebut tiba-tiba menawarkan uang tunai senilai Rp3 miliar dengan alasan membantu melunasi utang kampanye Pilwalkot Bandung.

Farhan dengan tegas menolak tawaran tersebut, menyatakan bahwa ia tidak ingin terjebak dalam praktik korupsi yang merugikan masyarakat. “Saya butuh ekspertis seperti dia, tapi saya tidak butuh uangnya,” kata Farhan.

Baca Juga :  Bupati Bogor Dorong Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi untuk Masa Depan Lebih Bersih dan Sehat

“Bilang sama si bapak itu, kalau dia maksa, semua proyeknya saya tolak,” tegasnya.

Farhan menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan yang bersih dan transparan, serta tidak ingin mengulangi kesalahan pemimpin sebelumnya yang terjerat kasus korupsi.

“Kalau gue terima, utang mungkin akan lunas. Tapi di saat itu juga, gue akan jadi pegawai dia. Gue nggak mau,” tambahnya.

Baca Juga :  Warga Taiwan Tingkatkan Kesiapsiagaan Sipil di Tengah Kekhawatiran Konflik dengan China

Farhan menunjukkan integritasnya sebagai calon pemimpin yang berkomitmen untuk menjaga kepercayaan publik dan mencegah praktik korupsi di pemerintahan Kota Bandung.

Masyarakat pun berharap agar langkah-langkah preventif seperti ini dapat terus dilakukan untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih bersih dan bertanggung jawab ke depannya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel