Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Siap Sesuaikan Kebijakan Jika Libur Ramadan Diberlakukan

0
Ilustrasi Nina Nurmasari

NARASITODAY.COMWacana libur sekolah selama satu bulan penuh pada Ramadan 1446 H/2025 yang diungkapkan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo HR Muhammad Syafi’i mengundang perhatian publik.

Meski belum ada keputusan resmi dari Kementerian Agama, gagasan ini telah memunculkan diskusi luas, termasuk dampaknya terhadap kebijakan pendidikan di daerah. Di Kabupaten Bogor, Dinas Pendidikan (Disdik) telah menyatakan sikapnya.

Sekretaris Disdik Kabupaten Bogor, Nina Nurmasari, menjelaskan bahwa meskipun wacana ini belum memiliki dasar hukum, pihaknya siap menyesuaikan kebijakan jika aturan tersebut diberlakukan.

Rencana Kegiatan Selama Libur Panjang

Dalam keterangannya Sabtu (4/1/2025), Nina menggarisbawahi pentingnya kegiatan bermakna selama masa libur Ramadhan.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Terisolasi Akses Komunikasi Pj Bupati Wujudkan Kampung Ciguha Merdeka Sinyal

“Kalau misalnya nanti benar-benar direalisasikan libur total, kita akan mengikuti. Namun, kami juga akan mendesain kegiatan yang menyenangkan dan mendidik bagi siswa,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa masa libur ini seharusnya tidak sekadar menjadi waktu istirahat, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan.

“Mungkin konsentrasinya pada ibadah di rumah. Orang tua harus berperan aktif mendidik anak-anaknya agar bisa mengisi Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat, tentunya dengan kontrol dari guru,” tambah Nina.

Peran Guru dan Penyesuaian Pembelajaran

Meski siswa diliburkan, Nina menegaskan bahwa para guru tetap memiliki tanggung jawab profesional. Ia meyakini bahwa para pendidik akan menyesuaikan modul ajar dan tetap melakukan pengawasan terhadap siswa.

Baca Juga :  Aksi Perampokan Siang Bolong Congkel Rumah di Ciampea Terekam CCTV

Libur total bukan berarti guru tidak bekerja. Guru tetap akan memberikan laporan dan kontrol, sehingga pembelajaran tidak sepenuhnya terhenti selama satu bulan,” ujarnya.

Meskipun wacana ini memiliki potensi manfaat dalam mendukung penguatan spiritualitas selama Ramadan, ada tantangan yang harus diatasi.

Salah satunya adalah memastikan bahwa kegiatan siswa selama di rumah tetap produktif dan terarah. Peran aktif orang tua menjadi kunci, sementara sekolah dan pemerintah daerah harus mampu menyediakan panduan kegiatan yang relevan.

Baca Juga :  Mahasiswa HMI MPO Tuntut Pj Bupati Bogor Mundur HMI: Kinerja Ugal-Ugalan dan Sarat Masalah

Hingga kini, wacana libur satu bulan penuh pada Ramadhan masih dalam tahap diskusi di tingkat pusat. Namun, kesiapan daerah seperti Kabupaten Bogor menjadi refleksi penting untuk melihat bagaimana kebijakan ini dapat diterapkan secara efektif tanpa mengganggu proses pendidikan.

Dengan kerjasama antara orang tua, guru, dan pemerintah, libur panjang Ramadan bisa menjadi momentum pembelajaran yang berbeda, sekaligus memperkuat nilai-nilai religius bagi generasi muda.***

Reporter : Amelia Azizah/timetoday.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel