NARASITODAY.COM – Di tengah kesuksesannya di dunia perfilman, Chicco Kurniawan ternyata menghadapi masalah keluarga yang jarang diketahui publik. Ibunya menderita penyakit mental skizofrenia sejak ia masih remaja. Hal ini diungkapkan oleh Chicco dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Daniel Mananta. Ia menjelaskan bahwa orang tuanya telah berpisah sejak ia masih di bangku SD.
Chicco kemudian tinggal bersama ibunya di Bogor, dan saat ia memasuki kelas 1 SMP, ibunya didiagnosis dengan penyakit tersebut. “Kejadiannya menarik. Ketika dia tiba-tiba ngamuk, saya kaget dan bingung. Sebagai anak SMP yang sangat manja dengan ibu, tiba-tiba sosoknya hilang. Saat itu saya tidak merasa sedih, hanya terkejut,” ungkap Chicco Kurniawan.
Pemain film Penyalin Cahaya ini mengaku bahwa ibunya tidak menunjukkan gejala apapun sebelum diagnosis skizofrenia. Ia bahkan merasa bingung ketika ibunya dibawa ke rumah sakit jiwa.
“Tiba-tiba saja. Karakteristiknya sulit dijelaskan karena tidak ada pola yang jelas. Skizofrenia itu melibatkan halusinasi contohnya, dia pernah tiba-tiba duduk di samping saya dan meludahi tanpa sadar,” jelas Chicco.
“Dia juga pernah berbicara tentang ‘Agnes Monica adalah… Mana Agnes Monica? Mana Keanu Reeves?’ pada saat itu film Matrix dan Pernikahan Dini sedang populer. Jadi, realitasnya campur aduk,” tambahnya.
Ketika halusinasi ibunya mulai berkurang, Chicco bertanya apakah sang ibu ingat tindakan-tindakan yang dilakukannya. Menurut Chicco, hanya sedikit yang diingat oleh ibunya.
“Informasi yang saya tahu adalah bahwa di otak terdapat neuron yang mengalirkan listrik. Listrik tersebut harus sesuai dengan apa yang ingin kita lakukan. Namun, jika terjadi skizofrenia, semuanya menjadi acak, sehingga dibutuhkan obat untuk menurunkan kecepatannya. Obat-obatan skizofrenia itu mengurangi daya tangkap,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, aktor berusia 30 tahun ini juga membagikan kondisi terkini ibunya. Meskipun kondisinya sudah membaik dibandingkan sebelumnya, ibunya masih tidak dapat bekerja seperti saat sehat.
“Mama sekarang lebih banyak diam dan jarang berinteraksi dengan orang lain. Namun, dia masih bisa merasakan emosi meskipun tidak bisa bekerja lagi. Daya tangkapnya sudah sangat menurun,” tutupnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel














