NARASITODAY.COM– PT Aneka Tambang (Antam) Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, berencana mengubah tambang emas mereka menjadi kompleks edukasi dan wisata ketika sudah tidak lagi berproduksi.
Direktur Operasional PT Antam, Hartono, mengungkapkan bahwa cadangan emas di Pongkor masih bisa ditambang setidaknya hingga tahun 2028.
“Izin Usaha Pertambangan (IUP) kami berlaku hingga 2032, jadi minimal sampai 2028 kami masih bisa menambang,” ujar Hartono kepada wartawan usai acara penanaman 2.000 pohon di Gunung Dahu, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Sabtu (1/2). Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.
Meski masa eksplorasi diprediksi akan berakhir dalam beberapa tahun ke depan, Antam belum berhenti mencari potensi sumber emas baru di wilayah Pongkor.
“Kegiatan eksplorasi terus berjalan. Harapannya, minimal hingga 2031 kami masih bisa melakukan penambangan,” ungkapnya.
Namun, Hartono menyadari bahwa ketersediaan sumber daya emas tidak bersifat abadi.
“Yang namanya tambang, cadangannya pasti akan habis. Itu sudah menjadi pengetahuan umum,” katanya.
Antam mulai bersiap menghadapi era pasca-tambang dengan merancang konsep Agro Edutourism, yakni kawasan wisata berbasis edukasi pertambangan dan lingkungan.
“Nantinya, saat tambang ini ditutup, kami ingin menjadikan Pongkor sebagai lokasi Agro Edutourism, yaitu kawasan wisata berbasis pertanian, edukasi pertambangan, dan wisata alam,” jelasnya.
Dengan konsep ini, bekas tambang Pongkor diharapkan tetap memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Namun, jika nantinya ditemukan cadangan emas baru, Antam masih membuka kemungkinan untuk memperpanjang aktivitas tambang.
“Kalau sumber daya baru ditemukan, tentu akan kami pertimbangkan untuk lanjut. Tapi kalau sudah tidak ada, izin usaha pertambangan (IUP) kami pasti akan dikembalikan ke pemerintah,” pungkasnya.(Zho)














