Lagi!! Gurandil Tertimbun di Tambang Ilegal Cigudeg, Evakuasi Terkendala Longsor

0
Lagi!! Gurandil Tertimbun di Tambang Ilegal Cigudeg, Evakuasi Terkendala Longsor

NARASITODAY.COM- Dua penambang emas tanpa izin atau yang kerap disebut gurandil diduga tertimbun longsor di lubang tambang ilegal di kawasan Cijahe, Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Kamis (6/3/2025).

Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung dengan kondisi medan yang sulit.

Kedua korban diketahui bernama Iswandi (32) dan Nur (33), warga Kampung Cijantur, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin. Keluarga korban mendapat kabar kejadian ini pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca Juga :  Relawan Rudy-Jaro Ade Targetkan 80 Persen Suara di Kecamatan Cigudeg

“Saya dapat informasi bahwa saudara saya tertimbun di dalam lubang. Hari ini saya langsung ke lokasi bersama warga untuk membantu penggalian dan evakuasi. Mudah-mudahan mereka selamat, kita berdoa saja,” ujar Endang Kosasih, Ketua RT di Desa Rabak sekaligus kerabat korban, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Salah satu gurandil yang berhasil keluar dari lubang tambang membenarkan bahwa ada dua rekannya yang masih terjebak di dalam.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Resmi Lepas 296 Calon Haji Kloter 52 JKS ke Tanah Suci

“Betul, bang. Ada dua orang warga Rumpin yang tertimbun, tapi masih hidup. Kepala mereka masih terlihat, tapi tubuhnya tertimbun tanah. Warga kesulitan mengevakuasi karena tanah terus longsor dan bergeser. Harus dipasang kayu untuk menahan tebing agar evakuasi aman,” ungkapnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan proses evakuasi masih berlangsung. Sejumlah warga turun langsung ke area tambang untuk melakukan penggalian dengan alat seadanya.

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Hancurkan Dua Atap Ruang Kelas SDN Sadeng Kolot

Hingga saat ini, jumlah pasti korban yang tertimbun masih simpang siur. Namun, dua warga Rumpin yang hilang sudah dikonfirmasi oleh pihak keluarga.

Longsor di area pertambangan ilegal ini bukan kali pertama terjadi. Minimnya alat keselamatan dan kondisi tanah yang labil membuat risiko kecelakaan semakin tinggi. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus dilakukan.