Marak Tambang Pasir Ilegal di Leuwiliang, Kades Karacak: Pemilik Tambang Ngeyel!

0
Marak Tambang Pasir Ilegal di Leuwiliang, Kades Karacak: Pemilik Tambang Ngeyel!

NARASITODAY.COMAktivitas penambangan pasir ilegal di Kampung Cengal, Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, semakin meresahkan warga.

Selain mengancam ekosistem alam, tambang ini juga merusak fasilitas umum dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Salah satu tambang ilegal di wilayah ini diduga milik H. Uji, sosok yang sebelumnya sempat menantang Satpol PP Kecamatan Leuwiliang.

Kali ini, ia kembali berulah dengan menambang pasir menggunakan alat berat.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Bersama DPRD Setujui Raperda Pajak Dan Retribusi Daerah

Bahkan, lokasi tambang tersebut pernah memakan korban jiwa beberapa tahun lalu.

Kepala Desa Karacak, Onas Hestiani, mengaku telah meninjau langsung lokasi tambang dan bertemu dengan pemiliknya. Namun, ia menyayangkan sikap pemilik yang dinilai keras kepala dan tidak kooperatif.

“Tadi saya sudah cek lokasi dan bertemu pemilik tambang. Tapi dia sangat ngeyel dan tidak mau bekerja sama,” ungkap Onas, Rabu (12/3).

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegur Pemda Bali soal Sampah, Ancam Ambil Alih Penanganan

Menurutnya, pemilik tambang beralasan bahwa hasil tambang pasir tersebut digunakan untuk pembangunan dapur umum dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pemiliknya warga Desa Karyasari. Dia bilang pasirnya untuk membangun gudang MBG,” katanya.

Selain mengancam lingkungan, aktivitas tambang pasir ini juga berdampak buruk pada infrastruktur.

Onas menyebutkan bahwa jalan menuju permukiman warga kini rusak parah dan berlumpur akibat lalu lalang kendaraan berat dari tambang tersebut.

Baca Juga :  Menjelang Penutupan Seleksi SNBT 2026, Calon Mahasiswa Diminta Persiapkan Dokumen Daftar Ulang

“Alat beratnya membuat tanah berantakan, dan jalan umum jadi rusak. Tapi pemilik tambang tetap ngeyel dan tidak merasa bersalah,” keluhnya.

Onas juga mengungkapkan bahwa sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa, tambang tersebut sudah pernah menelan korban jiwa akibat longsor.

“Sebelum saya pindah ke sini dan belum menjabat kades, katanya pernah ada satu orang meninggal tertimbun longsor di lokasi ini,” jelasnya.