
NARASITODAY.COM – Minimnya penerangan di kawasan hutan pinus Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, membuat area tersebut rawan tindak kriminal.
Sejumlah pengendara yang melintas pada malam hari kerap menjadi sasaran begal.
Hipzi, seorang pengendara ojek online, menjadi salah satu korban yang hampir mengalami kejadian nahas di lokasi tersebut.
Saat melintasi hutan pinus sekitar pukul 23.30 WIB usai mengantar penumpang dari kampus, ia tiba-tiba dihadang oleh tiga orang tak dikenal.
“Saya kaget, tiba-tiba di tengah jalan ada tiga orang menghadang motor saya. Beruntung saya bisa tancap gas dan melarikan diri. Kalau tidak, mungkin motor saya sudah dibawa kabur,” ujar Hipzi kepada wartawan, Senin (25/3).
Ia menyayangkan kondisi jalan yang gelap dan minim penerangan, sehingga memudahkan pelaku kejahatan beraksi.
Tak hanya rawan begal, menurutnya kondisi tersebut juga berbahaya bagi pengendara karena meningkatkan risiko kecelakaan.
“Harusnya ada lampu PJU (Penerangan Jalan Umum), supaya jalan lebih aman dari begal dan kecelakaan,” pintanya.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Desa Babakan, Ahmad Yani, mengakui adanya laporan terkait aksi begal di hutan pinus.
Ia menyebut pihak desa bersama Linmas (Perlindungan Masyarakat) telah melakukan pengecekan ke lokasi dan memastikan kondisi saat itu aman.
“Kami langsung cek ke lokasi begitu ada laporan. Alhamdulillah, tidak ada korban begal pada malam itu,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa bersama Linmas rutin menggelar patroli malam di kawasan hutan pinus yang berbatasan dengan Desa Cikarawang.
Pihaknya juga telah mengusulkan pemasangan lampu PJU kepada dinas terkait untuk meningkatkan keamanan di area tersebut.
“Setiap malam Linmas melakukan patroli. Kami juga sudah mengajukan permohonan pemasangan lampu PJU agar jalan lebih terang dan tidak rawan begal,” pungkasnya.













