Banjir Dadakan di Citeureup, Anak Sungai Cibeureum Tak Mampu Bendung Debit Air

0
Ilustrasi banjir

NARASITODAY.COM – Menjadi hari yang sedikit berbeda bagi sebagian warga Desa Puspasari, Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Bukan karena hiruk pikuk aktivitas sehari-hari, melainkan karena “kunjungan” tak terduga dari aliran anak Sungai Cibeureum.

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut rupanya membuat sungai kecil itu tak mampu menampung debit air, hingga akhirnya meluap dan mencari jalan ke permukiman warga.

“Hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan meluapnya aliran anak Sungai Cibeureum yang berimbas pada drainase perumahan hingga menyebabkan banjir di perumahan tersebut,” jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, pada Jumat (11/4/2025), menggambarkan bagaimana air sungai meluber dan membanjiri area perumahan.

Baca Juga :  Api Melahap Angkot BBG Usai Latihan Mengemudi di Bogor Tengah

Menurut Adam, luapan air yang terjadi kemarin itu cukup signifikan, mencapai ketinggian hingga 50 sentimeter. Akibatnya, ratusan jiwa sempat merasakan dampak langsung dari genangan air yang masuk ke rumah-rumah mereka.

“Korban terdampak genangan banjir sebanyak 87 KK atau 327 jiwa,” ungkapnya, memberikan gambaran skala kejadian yang sempat mengkhawatirkan warga.

Dalam situasi yang tak menentu, kepedulian dan respons cepat warga patut diapresiasi. Mereka segera menghubungi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor untuk meminta bantuan. Petugas pun bergerak cepat menuju lokasi begitu menerima laporan.

Baca Juga :  Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bogor Bersama Lawan Pencemaran Sungai, Air Semakin Jernih dan Sehat

Kabar baiknya, di tengah musibah yang melanda, tidak ada laporan mengenai korban jiwa. Adam juga memberikan informasi terkini yang melegakan, bahwa air banjir telah berangsur surut dan tidak ada warga yang sampai harus mengungsi dari kediaman mereka.

“Korban mengungsi nihil, situasi akhir untuk saat ini genangan air sudah berangsur surut,” pungkasnya, memberikan napas lega bagi warga Puspasari.

Baca Juga :  Larangan Penggunaan Kembang Api di Bogor, Kapolri dan Kapolres Arahkan Masyarakat Rayakan Tahun Baru dengan Doa dan Kegiatan Keagamaan

Kisah luapan anak Sungai Cibeureum ini menjadi pengingat akan betapa dekatnya kehidupan manusia dengan alam, dan bagaimana perubahan cuaca ekstrem dapat dengan cepat membawa dampak bagi komunitas.

Meski banjir telah surut, kewaspadaan dan kesiapsiagaan warga serta pemerintah daerah tentu perlu terus ditingkatkan, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di masa mendatang. “Kunjungan” air sungai kali ini semoga menjadi pelajaran berharga untuk mitigasi bencana yang lebih baik di kemudian hari.***