DPKPP Kabupaten Bogor Prihatin Atas Kasus Perselingkuhan di Huntap Korban Bencana Nanggung

0
Digerebek Warga, Wanita di Huntap Korban Bencana Nanggung Diduga Berselingkuh

NARASITODAY.COM – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor menyayangkan terjadinya kasus perselingkuhan di hunian tetap (huntap) yang dibangun khusus bagi korban bencana alam tahun 2020 di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung.

Kejadian memalukan itu sempat menghebohkan warga setempat. Pasalnya, aksi tidak terpuji tersebut dilakukan di kawasan huntap yang seharusnya menjadi tempat pemulihan dan tempat tinggal yang aman bagi para penyintas bencana. Aksi itu bahkan diketahui langsung oleh warga dan keluarga pelaku.

Kepala Bidang Perumahan DPKPP Kabupaten Bogor, Iin Kamaludin, mengaku sangat prihatin atas insiden tersebut.

Baca Juga :  Upaya Damai Desas Sitaan BLBI, Mendes Temui Jaksa Agung Bahas Penyelesaian di Bogor

Ia menegaskan bahwa meskipun kejadian seperti itu bisa saja terjadi di mana saja, namun sangat disayangkan karena terjadi di hunian yang dibangun dengan tujuan mulia.

“Kalau kejadian seperti itu bisa saja terjadi di mana saja, cuman kalau di huntap mah ya keterlaluan. Tempat itu kita bangun untuk korban bencana, jadi tidak elok kalau terjadi kejadian seperti itu, dan saya sangat prihatin,” ujar Iin saat dihubungi, Selasa (15/04).

Iin menduga kurangnya pengawasan lingkungan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kejadian tersebut bisa terjadi.

Baca Juga :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Takziah, Sampaikan Duka Mendalam untuk Korban Sungai Cileungsi

Ia menyebut, hingga saat ini belum terbentuk kelembagaan masyarakat seperti RT atau RW di kawasan huntap.

“Kami serahkan kepada masyarakat di lingkungan sana, dalam hal ini kelembagaan RT dan RW. Mungkin karena sekarang belum terbentuk, jadi pengawasan di huntap itu agak kurang,” jelasnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, DPKPP telah berkoordinasi dengan pihak desa serta kelompok masyarakat (pokmas) setempat. Mereka mendorong agar segera dibentuk kelembagaan lingkungan untuk meningkatkan pengawasan dan menjaga ketertiban di kawasan huntap.

Baca Juga :  Ketua DPRD Bogor Minta Relokasi PKL Dibarengi Solusi, Bukan Sekadar Penggusuran

“Saya sudah coba kontak pokmas, tanya bagaimana kepengurusan di lingkungan sana, dan mungkin memang belum terbentuk. Makanya kejadian seperti ini bisa terjadi,” beber Iin.

Lebih jauh, ia mengimbau agar warga yang tinggal di huntap dapat lebih peduli dan waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar. Hal ini penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

“Kedepannya saya minta ke kepala desa agar segera membentuk kelembagaan lingkungan, seperti sistem ronda. Jadi kalau ada hal mencurigakan bisa langsung ditanggapi dengan empati dan kewaspadaan,” tutupnya.