NARASITODAY.COM – Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, biasanya disibukkan dengan laporan si jago merah. Namun, pada Sabtu malam (19/4/2025) sekitar pukul 22.00 WIB, kedatangan seorang pria membawa misi penyelamatan yang tak lazim. Bukan kobaran api yang mengancam, melainkan sebuah gantungan kunci yang ‘berulah’ dan menjerat jarinya.
Malam itu, usai menimba ilmu dalam kegiatan pengajian, seorang pria tanpa disangka harus berurusan dengan benda kecil yang ternyata bisa menimbulkan masalah besar. “Si bapaknya lagi iseng mainin gantungan kunci di jarinya. Pas mau dilepas, malah nggak bisa,” cerita Mail, Anggota Sektor Cileungsi Damkar Kabupaten Bogor, saat dihubungi pada Senin (21/4/2025), menggambarkan awal mula kejadian aneh tersebut.
Rupanya, sebelum memutuskan mencari pertolongan profesional, pria tersebut sempat berjibaku sendiri dengan gantungan kunci yang ‘membandel’. “Sebelum datang ke kantor Damkar, dia sempat mencoba untuk melepas tapi nggak bisa,” ungkap Mail.
Usaha mandiri itu bahkan melibatkan bantuan seorang teman. “Korban bersama temannya sekitar 30 menit berusaha untuk melepaskan gantungan kunci,” lanjut Mail. Namun, waktu terus berjalan dan situasi semakin mengkhawatirkan.
“Karena tangan korban sudah membiru, kemudian segera datang ke kantor Damkar untuk meminta bantuan.” Keputusan tepat waktu ini menghindarkan konsekuensi yang lebih serius.
“Dia mencoba sendiri dan dibantu sama temannya sekitar 30 menit tapi nggak juga. Jari tangan juga sudah mulai membiru karena darahnya nggak jalan,” tutur Mail, menggambarkan betapa eratnya ‘cengkeraman’ gantungan kunci tersebut.
Menerima laporan ‘darurat’ yang tak biasa ini, petugas Damkar Cileungsi dengan sigap bertindak. Kepanikan dan rasa sakit jelas terlihat di wajah pria malang itu. “Korban juga sudah mengeluh kesakitan karena gantungan kunci hampir menusuk ke jarinya,” jelas Mail.
Dengan peralatan khusus yang biasa digunakan untuk menangani cincin yang sulit dilepas, petugas Damkar melakukan tindakan penyelamatan. “Petugas melakukan pemotongan menggunakan mesin potong khusus cincin,” terang Mail.
Keahlian dan ketenangan petugas Damkar terbukti efektif. “Sekitar tiga menit, gantungan kunci berhasil dilepaskan dari jari tangannya,” pungkas Mail, mengakhiri drama kecil namun menegangkan di malam minggu itu.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa bahaya bisa datang dari mana saja, bahkan dari benda sekecil gantungan kunci. Kesigapan petugas Damkar dalam menangani situasi unik ini patut diacungi jempol, membuktikan bahwa pelayanan mereka tak hanya terbatas pada urusan kebakaran, tetapi juga pada penyelamatan warga dalam berbagai kondisi darurat. Dan bagi kita semua, mungkin ini adalah pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati saat bermain-main dengan benda-benda kecil di jari.***














