Latihan Mapala Berujung Duka, Mahasiswi IPWIJA Meninggal Dunia di Gunung Putri

0
Latihan Mapala Berujung Duka, Mahasiswi IPWIJA Meninggal Dunia di Gunung Putri

NARASITODAY.COM – Minggu pagi yang cerah di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berubah menjadi kelam. Seorang mahasiswi muda berinisial AN (19), yang berasal dari Jonggol, ditemukan tewas setelah tertimpa batu besar saat tengah mempersiapkan diri untuk latihan panjat tebing. Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 08.15 WIB, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan, dan komunitas pecinta alam.

AN, yang merupakan mahasiswi Universitas IPWIJA, datang ke Gunung Putri bersama empat rekannya. Mereka berencana melakukan latihan panjat tebing sebagai bagian dari kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) di kampusnya. Seorang senior mereka, bernama Azis, bertindak sebagai instruktur dalam latihan tersebut.

Menurut Kapolsek Gunung Putri, AKP Aulia Robby Kartika Putra, kronologi tragis ini bermula saat Azis terlebih dahulu memanjat tebing untuk memasang tali runner yang akan digunakan sebagai jalur panjat. Sementara itu, AN dan teman-temannya melakukan peregangan dan pemanasan di bawah tebing, mempersiapkan fisik untuk tantangan vertikal di hadapan mereka.

Baca Juga :  Tito Karnavian Lepas Taruna Akpol, Akmil, dan Unhan untuk Percepatan Pascabencana Aceh Tamiang

Namun, takdir berkata lain. Tiba-tiba, “terdengar suara gemuruh dari atas tebing,” ungkap AKP Aulia Robby Kartika Putra. Dalam situasi yang menegangkan itu, insting keselamatan Azis bekerja cepat. Ia sempat berteriak memperingatkan rekan-rekannya tentang bahaya batu yang jatuh dari ketinggian.

Teriakan peringatan itu memicu kepanikan. Mereka pun berlarian berusaha menyelamatkan diri dari ancaman yang datang dari atas. Sayangnya, nasib tragis menimpa AN. Ia tidak berhasil menghindar dari terjangan batu besar yang jatuh dengan kecepatan tinggi. Setelah kejadian mengerikan itu, AN ditemukan meninggal dunia dalam posisi terlentang, mengambang di genangan air yang berada di bawah tebing.

Baca Juga :  Tiga Medali untuk Indonesia, Panjat Tebing Muda Tampil Gemilang di IFSC Youth Asian Championships

Selain AN yang meregang nyawa, dua rekan lainnya juga mengalami luka-luka. Azis, sang instruktur, menderita “luka sobek di jari jempol kaki kanan,” sementara seorang mahasiswi lain bernama Suci mengalami “luka lecet di kepala sebelah kanan,” jelas AKP Aulia Robby Kartika Putra.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kecelakaan tragis ini untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya batu dan mengevaluasi prosedur keselamatan yang diterapkan. Mereka juga memastikan kondisi terkini para korban yang selamat.

Baca Juga :  Langkah Mudah Membuat Kentang Goreng Krispi yang Menggoda Selera

Peristiwa pilu ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya aspek keselamatan dalam setiap kegiatan olahraga ekstrem, terutama yang melibatkan medan alam terbuka dengan potensi bahaya tersembunyi seperti jatuhnya bebatuan. Tragedi di Gunung Putri ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama bagi institusi pendidikan dan organisasi pecinta alam.

Diharapkan pihak kampus dan Mapala dapat meningkatkan pengawasan, memperketat prosedur keselamatan, dan melakukan evaluasi risiko yang lebih komprehensif sebelum melaksanakan kegiatan serupa di masa mendatang. Kehilangan nyawa seorang mahasiswa yang tengah menggapai impian di alam bebas adalah duka yang tak seharusnya terulang.***