Dua Rumah di Sukaresmi Bogor Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik

0
Dua Rumah di Sukaresmi Bogor Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik

NARASITODAY.COM – Saat sebagian besar warga terlelap dalam mimpi, dentuman suara dan kepulan asap membuyarkan keheningan malam di Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Waktu menunjukkan sekitar pukul 00.30 WIB, Jumat (25/4/2025), ketika api tiba-tiba melahap dua unit rumah di permukiman padat penduduk itu.

Dari balik gelapnya malam, nyala api menjulang tinggi, membakar habis bangunan yang selama ini menjadi tempat bernaung dua keluarga. Jeritan panik dan upaya penyelamatan seadanya mewarnai suasana, sebelum akhirnya tim pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Baca Juga :  Diduga Salah Jalan karena Google Maps, Truk Bermuatan Pakan Ternak Terguling di Nanggung

“Menurut saksi, awal mula terjadinya kebakaran diduga karena korsleting listrik,” ujar M. Ade Nugraha, Kepala Bidang Penyelamatan dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor saat dikonfirmasi.

Begitu laporan masuk, Damkar Kota Bogor langsung mengerahkan delapan unit armada, terdiri dari enam mobil pemadam, satu unit rescue, dan satu tambahan dari Damkar Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Mafia Ultras Inter Mengancam Inzaghi, Pelatih Inter Bungkam tentang Isu tersebut

“Total delapan unit kami kerahkan, termasuk bantuan dari Damkar Kabupaten Bogor,” kata Ade.

Butuh waktu dan kerja keras untuk mengendalikan si jago merah. Api baru bisa dipadamkan setelah beberapa jam kemudian, menyisakan puing-puing hangus dan tumpukan barang-barang yang tak lagi bisa dikenali. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Warga yang terdampak pun segera diungsikan ke rumah kerabat terdekat.

Baca Juga :  Topan Fina Hantam Australia Utara, 19.000 Warga Darwin Kehilangan Listrik

Meski nyawa selamat, kerugian materil yang ditinggalkan cukup besar. Ade memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp700 juta.

“Kerugian kurang lebih 700 juta rupiah,” tutupnya.

Kini, dua keluarga harus memulai segalanya dari awal. Di balik puing-puing dan bara yang telah padam, tersisa semangat untuk bangkit dan harapan bahwa tangan-tangan solidaritas warga akan selalu ada untuk saling menguatkan.***