NARASITODAY.COM- Pihak Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) tengah melakukan penelusuran setelah sebuah video viral di media sosial menyoroti dugaan perubahan harga tiket masuk yang dinilai membingungkan pengunjung.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @rouf_breeze, terlihat seorang pengunjung menunjukkan karcis masuk yang ditempeli stiker harga baru senilai Rp25.000. Padahal, pada bagian bawah karcis masih terlihat cetakan harga lama sebesar Rp10.500.
“Hayolah para penjaga gerbang, bijak kasih harga sesuaikan dengan harga yang sudah ditentukan. Kalo masih seperti ini, kasihan pengelola fasilitas wisata dan pedagang di dalam kalau nanti imbasnya pengunjung makin sepi,” tulis pemilik akun dalam unggahan tersebut.
Unggahan itu juga menuding adanya praktik manipulasi oleh oknum petugas gerbang yang diduga sengaja menutup harga lama dengan stiker baru, memicu perdebatan antara petugas dan pengunjung di pintu masuk.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Bidang Wisata Alam TNGHS, Koko Komarudin, mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki kebenaran informasi dalam video tersebut.
“Jadi kita juga baru dapat info tersebut, dan kami masih telusuri tiket itu berlaku di lokasi mana, jenis tiket apa, dan siapa yang mengeluarkan. Ini masih kami dalami,” kata Koko saat dihubungi pada Selasa (29/4/2025).
Ia menjelaskan bahwa tarif tiket masuk kawasan TNGHS memang mengalami kenaikan seiring dengan penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 63 Tahun 2023 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Kenaikan ini disebutnya cukup signifikan sehingga wajar jika menimbulkan kebingungan di kalangan pengunjung.
“Sebelumnya tarif hari biasa itu Rp5.000, hari libur Rp7.500 ditambah asuransi Rp2.000. Sekarang menjadi Rp20.000 untuk hari biasa dan Rp30.000 di hari libur, plus asuransi Rp2.000. Jadi memang ada lonjakan harga yang cukup besar,” jelasnya.
Terkait video yang beredar, Koko menambahkan bahwa pihak TNGHS juga sedang memverifikasi apakah kejadian tersebut berkaitan dengan insiden sebelumnya di Gerbang GSE yang sempat menjadi sorotan.
“Kita masih cocokkan, apakah ini berkaitan dengan kesepakatan dua gerbang di kejadian sebelumnya atau bukan,” tukasnya.














