NARASITODAY.COM – Langit Bandung seperti menyambut pesta. Tak ada yang mampu menahan gelombang emosi yang meluap begitu peluit panjang dibunyikan. Persib Bandung, tim kebanggaan Tanah Pasundan, resmi mengukir sejarah: menjuarai Liga 1 dua musim berturut-turut. Sebuah capaian yang bukan hanya milik para pemain di lapangan, tapi juga milik jutaan pendukung setia mereka Bobotoh yang langsung tumpah ruah ke jalanan.
Suasana kota berubah dalam sekejap. Klakson bersahutan, bendera biru putih berkibar di atas kendaraan, dan yel-yel kemenangan menggema dari sudut-sudut jalan. Ada yang menyalakan flare, ada yang menyanyikan lagu kebanggaan, dan ada pula yang hanya berdiri mematung, menatap layar ponselnya dengan mata berkaca, seolah tak percaya.
Dari Gedung Pakuan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak ketinggalan ikut merayakan momen yang bersejarah ini. Dalam pernyataan singkat namun penuh makna, ia berkata, “Persib Juara, Jawa Barat istimewa.” Kalimat itu seperti mewakili seluruh isi hati warga yang telah menantikan momen ini sejak awal musim.
Dedi juga menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mendukung momen perayaan ini, namun tetap menghormati langkah dan rencana dari manajemen Persib yang dikenal profesional. “Nanti dikoordinasikan dengan wali kota, dengan manajemen Persib. Karena Persib ini kan manajemennya profesional, kita hormati profesionalisme Persib,” ujarnya.
Meski antusiasme warga begitu tinggi, Gubernur Dedi juga tak lupa mengingatkan agar euforia tidak berubah menjadi kekacauan. Ia menekankan pentingnya keselamatan di tengah perayaan yang membuncah.
“Ya euforianya jangan berlebihan, jaga keamanan, jaga ketertiban. Kemudian jangan sampai ada kecelakaan. Persib juara, bobotohnya harus selamat,” pesan Dedi dengan nada tegas namun penuh kepedulian.
Di tengah hiruk-pikuk, ada rasa bangga yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Persib bukan sekadar klub sepak bola. Bagi banyak orang di Jawa Barat, Persib adalah identitas, semangat kolektif, dan sumber kebahagiaan. Gelar juara ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan kesetiaan bisa membawa pulang mimpi, bukan sekali, tapi dua kali berturut-turut.***














